Kabar itu sudah menyebar luas. Namun, kabar itu dibantah pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Menurut pemerintah, dua pabrik otomotif dari Jepang itu tidak menutup pabrik.
Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, kabar Yamaha dan Honda menutup pabrik itu tidak benar.
"Tidak ada itu. Ayo kita jalan-jalan ke pabrik Honda dan Yamaha. Lihat sendiri tutup apa tidak," tegas Putu, di Kantor Pusat Kemenperin, Jakarta, Jumat (5/2/2016).
Seperti diberitakan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memprediksi akan ada PHK besar-besaran di industri otomotif. Bahkan PHK itu akan dilakukan oleh Astra Honda Motor dan Yamaha. PHK terjadi karena minat beli masyarakat terhadap produk kendaraan menurun. Pemecatan akan menimpa puluhan ribu buruh.
"Potensi PHK ini akan terjadi pada industri komponen otomotif dan sepeda motor. Ini bisa terlihat dari penurunan penjualan sepeda motor," kata Presiden KSPI Said Iqbal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News