Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo di Hanggar 4 GMF-Aeroasia, Cengkareng, Tangerang, Senin (1/2/2016). MTVN/Husen M.
Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo di Hanggar 4 GMF-Aeroasia, Cengkareng, Tangerang, Senin (1/2/2016). MTVN/Husen M.

Garuda Minta AP Perbaiki Landasan Agar Pesawat Garuda 777-300ER Bisa Terbang

Husen Miftahudin • 01 Februari 2016 18:17
medcom.id, Tangerang: PT Garuda Indonesia (Persero) kembali menghadirkan pesawat baru jenis Boeing 777-300ER. Pesawat ini merupakan armada terakhir yang dipesan perusahaan maskapai penerbangan pelat merah tersebut sejak 2013 silam.
 
Sayangnya, pesawat yang dibeli untuk rute jarak jauh Cengkareng - London Heathrow (Inggris) ini tak bisa langsung membelah udara. Alasannya, karena landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang tak sesuai dengan bobot pesawat.
 
"Kita belum bisa langsung (terbang) karena memang kendala di landasan kita di Cengkareng yang masih diusahakan AP (Angkasa Pura) II untuk diperbaiki sehingga memungkinkan Garuda Indonesia  untuk bisa terbang langsung ke London," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo di Hanggar 4 GMF-Aeroasia, Cengkareng, Tangerang, Senin (1/2/2016).

Dia menjelaskan, Boeing 777-300ER memiliki kapasitas 393 tempat duduk dengan berat terbang maksimal 350 ton, sedangkan landasan pacu Bandara Soetta hanya bisa diterbangkan dengan berat terbang maksimal sebesar 320 ton. Artinya, untuk bisa melalukan penerbangan, maka pesawat Boeing 777-300ER harus mengurangi 90 penumpang.
 
"Saya kira ini tidak feasible untuk penerbangan jarak jauh. Ini harus dibenahi agar kita bersama-sama menciptakan Indonesia Corporate Arline yang jadi pilar transportasi udara di wilayah internasional," papar dia.
 
Kondisi ini membuat mantan Bos Citilink tersebut meminta agar AP II mempercepat pengerjaan landasan pacu. Karena selain bisa menerbangkan pesawat Boeing 777-300ER, pasar ke Eropa juga akan semakin kuat sehingga meningkatkan daya saing maskapai Indonesia.
 
"Dengan ada landasan pacu yang bisa langsung menerbangkan untuk rute jarak jauh, maka semua airline asing bisa beroperasi di Indonesia. Penerbangan langsung jarak jauh akan memberikan kompetisi yang lebih besar dengan lainya. Kami harap prosesnya selesai dilakukan AP II dan mereka sudah memulai wacana itu," tegas Arif.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan