Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut B. Panjaitan. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut B. Panjaitan. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Indo-Pasifik World Economic Forum Siap Digelar di Jakarta

Ekonomi indonesia-asean world economic forum
Ilham wibowo • 10 Februari 2020 11:32
Jakarta: Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut B. Panjaitan menyampaikan sejumlah persiapan telah dilakukan setelah Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Indo-Pasifik World Economic Forum (WEF). Pertemuan tingkat tinggi kelas dunia ini rencananya akan digelar pada Juli 2020 di Jakarta.
 
"Pelaksanaannya 7-9 Juli 2020, nanti ada 35 negara dan ada 700 CEO kemudian ada 1.100-an peserta," kata Luhut ditemui di kantor Kemenko Marves, Jakarta Pusat, Senin, 10 Februari 2020.
 
Langkah persiapan terus dilakukan terutama untuk menentukan lokasi pertemuan yang akan juga dihadiri para pemimpin negara tersebut. Luhut mengatakan, hasil rapat memutuskan lokasi acara bakal direncanakan terlaksana di Hotel Shangri-La Jakarta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terpilihnya menjadi tuan rumah WEF, kata Luhut, lantaran Indonesia dianggap sebagai harapan utama banyak negara. Gelaran yang biasanya hanya dalam skala regional ASEAN itu pun kini formatnya diperbesar dengan mengundang jumlah peserta yang jauh lebih banyak dari agenda sebelumnya.
 
"WEF melihat Indonesia tuh agak lain dengan WEF di Vietnam, formatnya lebih besar karena Indo-Pasifik, jadi ada beberapa negara Afrika dan juga India, Pakistan, Bangladesh kemudian nanti Pasifik-nya ada New Zealand, Australia, Jepang," paparnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar mengatakan agenda WEF Indo-Pasifik bakal fokus pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas kawasan. Kesempatan ini nantinya akan dimanfaatkan maksimal dengan menawarkan sejumlah rencana proyek investasi di Indonesia.
 
"Jadi Indo-Pasifik WEF itu sebagai satu konsep kawasan, sudah menjadi prioritas dan juga katakanlah fokus dari seluruh negara ASEAN yang pada waktu yang lalu memang sering dijadikan semacam persaingan antara negara-negara besar untuk berebut pengaruh," ungkapnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif