NEWSTICKER
UMKM Kuliner Jadi Incaran Sarana Investasi Menjanjikan. Ilustrasi: Medcom.id/Rahmatullah
UMKM Kuliner Jadi Incaran Sarana Investasi Menjanjikan. Ilustrasi: Medcom.id/Rahmatullah

UMKM Kuliner Jadi Incaran Sarana Investasi Menjanjikan

Ekonomi wirausaha umkm
Ilham wibowo • 24 Februari 2020 17:24
Jakarta: Perkembangan bisnis kuliner atau food and beverage (F&B) di Tanah Air yang kian marak dan mulai menjadi incaran sarana investasi yang menjanjikan. Pelaku bisnis di level usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun kini bisa mendapatkan akselerasi akses pemasaran dan permodalan.
 
CEO and Co-Founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata bisnis kuliner yang berkembang cepat akan berpotensi besar dilirik investor dalam maupun luar negeri yang dilakukan melalui modal ventura. Mimpi untuk menjadikan usaha rintisan mendunia juga diyakini bisa terwujud dalam tempo singkat dari hadirnya suntikan investasi.
 
"Kopi Kenangan mulai dengan kedai kopi kecil lalu kami ingin suatu saat bisa IPO agar sampai ke seluruh penjuru dunia, kami harus bisa menjadi contoh bahwa UMKM brand lokal bisa jadi besar," kata Edward ditemui di Menara Digitaraya, Jalan Raden Saleh Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 24 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2017, kedai pertama Kopi Kenangan hanya bermodalkan Rp150 juta untuk memasarkan ratusan gelas kopi per bulan. Edward menuturkan investasi yang masuk kemudian dikelola hingga akhirnya menargetkan berdiri 1.200 kedai dan menjual 10 juta gelas kopi per bulan pada 2020.
 
Adapun pada 2018, Kopi Kenangan tercatat mendapatkan pendanaan dari Alpha JWC sebesar Rp121 miliar, kemudian disambung dengan suntikan dana sebesar Rp288 miliar dari modal ventura Sequoia India pada 2019. Kehadiran modal besar ini membuat Kopi Kenangan makin leluasa memasarkan produk andalan di berbagai tempat.
 
"Bisnis lima tahun lalu sudah berbeda dan F&B sudah transformasi, sekarang tidak perlu tempat besar dan hanya perlu tahu konsumen ada di mana dan memanfaatkan jasa pesan antar seperti GoFood," tuturnya.
 
Edward mengungkap kesuksesan membesarkan Kopi Kenangan saat ini buah dari riset mengolah data digital yang diaplikasikan pada bisnis secangkir kopi. Kehadiran platform food delivery yang berkembang pesat di Indonesia juga berpengaruh besar pada sarana pemasaran dan pertumbuhan laba.
 
"Food delivery ini sangat efektif bukan hanya sebagai vitamin tapi sesuatu keharusan untuk ada. Zaman sekarang untuk scale up itu sulit sekali, saya yakin brand F&B itu 30-40 persen omzet pasti dari food delivery," ungkapnya.
 
Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, pihaknya berkomitmen ikut mendorong UMKM di bidang F&B berkembang pesat. Bersama Kopi Kenangan, Gojek menghadirkan program Digitarasa yang akan memberikan sarana pendampingan khusus.
 
"UMKM yang terpilih itu bakal dapat oportunity dari Digitarasa bukan hanya knowledge tapi permodalan awal dan stage selanjutnya kami sediakan partner untuk scale up," tuturnya.
 
CEO Digitarasa Arnold Poernomo mengatakan akselerasi bisnis F&B mesti dimulai dari keinginan dan keahlian yang cukup memadai dalam menciptakan produk. Bisnis pun bisa besar hanya dilakukan dari skala kecil di rumah.
 
"Cara membuat restoran sudah beda dengan kehadiran teknologi dan membuat produk tidak harus membuka restoran tapi bisa dengan modal dapur kecil yang langsung ke pemasaran digital," kata juru masak profesional ini.
 
Dalam kesempatan di program Digitarasa ini, Arnold akan membagi pengalamannya membuat produk F&B bisa digemari masyarakat. Keberhasilan usaha juga perlu mendapat bekal yang cukup terutama pengetahuan bisnis digital untuk mendapatkan akses permodalan.
 
"Bukan berarti lebih mudah, era sekarang justru lebih sulit agatbisnis berkelanjutan karena begitu banyak kompetitor, secara data dan digital banyak kompetitor yang besar dan berat," pungkasnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif