NEWSTICKER
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Medcom.id.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Medcom.id.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diyakini Siap Beroperasi Akhir 2021

Ekonomi kementerian perhubungan kereta cepat
Faustinus Nua • 24 Februari 2020 09:07
Bandung: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi optimistis proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dapat diselesaikan pada akhir 2021.
 
Hal ini dikatakan Menhub usai meninjau dua titik pengerjaan proyek di Purwakarta dan Rancaekek, Bandung, Minggu, 23 Februari 2020.
 
"Kita tetap fokus menyelesaikan ini, 2021 akhir sudah beroperasi. Jadi saya tadi bicara dengan tim PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak masalah, kita bisa optimalkan," kata Menhub Budi melalui keterangan resminya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dijelaskannya, progres pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 44 persen, sedangkan untuk pembebasan lahan sudah mencapai 99,96 persen. Menhub menyebut masih ada sebidang tanah di daerah Bandung yang sedang dalam tahap konsinyasi.
 
Pada kesempatan tersebut Menhub berpesan kepada KCIC sebagai pelaksana proyek agar pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu.
 
"Satu, harus ontime. Yang kedua, mesti ada alih teknologi, dan ketiga adalah jaga hubungan dengan masyarakat banyak dan kerja sama harus diperhatikan," ucapnya.

Virus Korona

Terkait dengan wabah virus Covid-19 atau korona yang khususnya melanda daratan Tiongkok, Menhub sudah berkoordinasi dengan KCIC dan memastikan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan sesuai rencana dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal.
 
Menhub mengapresiasi KCIC yang juga telah menjaga hubungan baik dengan masyarakat lokal dengan menempatkan sejumlah titik rumah pekerja dengan masyarakat lokal. Menhub berharap dengan begitu hal ini juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
 
"Saya bangga dan senang ada suatu proyek kereta cepat pertama kali di Indonesia, ini dikerjakan (dengan skema pembiayaan) business to business jadi artinya swasta Indonesia dengan swasta Tiongkok. Ini merupakan proyek strategis yang kita inginkan karena tidak membebani APBN. Bayangkan ada Rp83 triliun yang masuk Indonesia dari swasta dalam proyek ini," ucap Menhub.
 
Lebih lanjut Menhub mengatakan jika kereta cepat Jakarta-Bandung ini sukses kedepannya bukan tidak mungkin akan dilanjutkan hingga Surabaya.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra memastikan pihaknya telah mengantisipasi adanya sejumlah kondisi tanah yang rawan atau labil di beberapa titik di Jawa Barat. Selain faktor tanah, faktor cuaca ekstrem yang sedang terjadi akhir-akhir ini juga telah diantisipasi oleh PT KCIC. Sehingga diharapkan cuaca ekstrem tidak akan mempengaruhi proses pengerjaan proyek.
 
"Jadi yang rawan sudah kita mitigasi. Kita sudah antisipasi hal tersebut," jelas Chandra.
 
Saat ini PT KCIC tengah mengerjakan sebanyak 13 tunnel atau terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Nantinya Kereta Cepat Jakarta Bandung akan memiliki panjang mencapai 142,3 km dengan empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Halim, Karawang, Walini, hingga Tegalluar, Bandung.
 
Dari jalur tersebut sebanyak 80 km dibangun layang atau elevated. Sedangkan, sisa jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung digarap di atas tanah yang di antaranya melalui tunnel atau terowongan yang menembus bukit.
 
Dengan keberadaan Kereta ini, waktu tempuh Jakarta-Bandung akan lebih cepat yaitu sekitar 46 menit dengan kecepatan sekitar 350 km/jam.
 
Selain Dirut KCIC Chandra Dwiputra, turut mendampingi Menhub dalam kunjungan kerja proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Staf Khusus Menhub Bidang Komunikasi Publik Adita Irawati dan sejumlah pejabat setempat.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif