NEWSTICKER
Ilustrasi Gedung ASABRI. Foto: dok MI.
Ilustrasi Gedung ASABRI. Foto: dok MI.

ASABRI Minta Polri dan Kemenhan Tagih Utang Benny Tjokro

Ekonomi bumn ASABRI
Annisa ayu artanti • 19 Februari 2020 13:33
Jakarta: PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI meminta bantuan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menagih utang investasi Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.
 
Direktur Utama ASABRI Sonny Wijaja mengatakan keduanya diklaim memiliki utang investasi kepada perusahaan sebesar Rp11,4 triliun. "Kami juga memberdayakan kepolisian untuk bisa menagih," kata Sonny dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DRP-RI, di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Sonny menjelaskan jalan tersebut ditempuh lantaran perusahaan asuransi pelat merah itu tidak memiliki wewenang menagih kepada kedua orang tersebut. Meskipun keduanya telah menandatangani berkas perjanjian pengembalian utang investasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami tidak punya kewenangan untuk menarik asetnya atau menyita asetnya," ucapnya.
 
Selain meminta bantuan kepada pihak kepolisian, perusahaan juga meminta bantuan kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Perusahaan telah membicarakan hal tersebut kepada Kementerian Pertahanan.
 
"Kami sudah melapor ke Kementerian Pertahanan, ke Polri, yang terjadi ini sehingga beliau-beliau berkenan membantu pemulihan dua orang ini," ucapnya.
 
Sonny juga membeberkan peningkatan utang investasi kedua orang tersebut dari sebesar Rp10,9 triliun menjadi Rp11,4 triliun. Rinciannya, Heru Hidayat sebesar Rp5,8 triliun dan Benny Tjokorsaputro sebesar Rp5,6 triliun.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif