Salah satu pemenang The Best IGA 2017 adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang merupakan perusahanaan semen pelat merah. Selain SMGR, ada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Pertamina EP.
Chairman The La Tofi School of CSR, La Tofi menyebutkan, perhelatan IGA 2017 sangat luar biasa, karena terjadi peningkatan luar biasa dalam program yang dijalankan oleh perusahaan yang mengikuti event IGA ini. Alhasil, memberikan dampak yang positif bagi lingkungan masyartakat.
Sebanyak 136 program yang menjadi bahan penilaian dari tim penilai IGA 2017. Hasilnya sangat baik sekali untuk Indonesia.
"Tim penilai dari empat Kementerian plus saya (La Tofi). Dari kementerian yang menilai itu para Dirjen, bayangkan kalau Dirjen tidak hadir mereka mengirimkan orang ahli minimum direkturnya. Jadi sangat ketat dan panjang, sehingga keluar sebagaimana pemenang yang terbaik," ungkap La Tofi, ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu 3 Mei 2017.
Sebagai peraih pemenang terbaik, Semen Indonesia ikut merasakan kegembiraannya. Karena, perusahaan bisa dikatakan sudah menjalankan bisnis dengan prinsip menjaga lingkungan yang baik.
"Bagi Semen Indonesia sangat strategis, setiap langkah kami itu sustain, perusahaan mengembangkan kapasitas tetap menjaga lingkungan. Karena yang kami lakukan misalnya berhubungan dengan konservasi energi. Bagaimana kami memanfaatkan gas buang dan udara. Bagaimana kami berusaha menggunakan bahan bakar dari fosil, kita juga menggunakan biomassa, kami juga melakukan hemat energi. Penggunaan bahan batu bara untuk produksi semen juga sudah sedikit," ucap Direktur Produksi dan Strategis Semen Indonesia Johan Samudra.
Selain itu, bilang Johan, Semen Indonesia juga konsentrasi dengan pengurangan debu. Perusahaan pun berhasil menjaga lingkungan dengan cara menurunkan gas emisi hingga 12 persen.
"Kami sudah menurunkan emisi 12 persen untuk emisi rumah kaca. Angka pasnya kami 12,7 persen. Kalau pemerintah mengharuskan 3 persen, tapi kita lebih dari itu. Jadi artinya semen sangat konsen dengan gas emisi rumah kaca," pungkas Johan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News