Ilustrasi. Foto : MI/Bagus Suryo.
Ilustrasi. Foto : MI/Bagus Suryo.

Musim Hujan Tiba, Mentan Tanam Jagung di Tulungagung

Ekonomi kementerian pertanian
Media Indonesia • 24 November 2019 15:29
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mulai melakukan gerakan tanam jagung seiring dengan masuknya musim hujan beberapa wilayah sentra produksi. Kali ini, Kementan bersama pemerintah daerah Tulungagung dan 3.000 petani menanam jagung di lahan seluas 850 hektare (ha) di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung.
 
Hadir juga dan ikut menanam jagung, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementam Suwandi, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kementan Sugianto, dan Ketua Tani Hutan (KTH) Agro Makmur Lestari Mukalam.
 
Mukalam mengatakan kegiatan penanaman jagung tersebut dilakukan di area lahan perhutanan sosial. Hal ini merupakan bentuk nyata implementasi dari sinergitas antar-kementerian.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kegiatan ini merupakan sinergitas antar-kementerian seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi)," katanya di sela kegiatan tanam jagung dilkutip dari Media Indonesia, Minggu, 24 November 2019.
 
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sugianto menjelaskan di samping produksi padinya yang melimpah, Kabupaten Tulungagung juga merupakan sentra jagung. Pada 2019 ini diperkirakan akan ada surplus jagung sebesar 240 ribu ton.
 
"Luas panen jagung di bulan Januari sampai Oktober kemarin saja ada sekitar 45 ribu hektare dengan produktivitas yang tinggi sekitar 6,34 ton per hektare," ujarnya.
 
Menurutnya, apa yang dicapai petani hingga saat ini berkat dukungan pengawalan yang intensif dari petugas dinas, petugas penyuluh maupun TNI. Di Tulungagung, banyak peluang lahan yang bisa dimanfaatkan untuk jagung, yakni lahan perhutani, perkebunan dan tadah hujan.
 
Di 2019, Tulungagung mendapat banyak bantuan dari Kementan. Seperti benih padi sebanyak 76 ribu ton dan benih jagung sebanyak 131 ribu kg untuk lahan seluas 8.794 hektare.
 
Selain itu, bantuan juga berupa alat mesin pertanian seperti power thresher dan unit pengolahan hasil, total senilai lebih dari Rp270 miliar.
 
“Ini sudah sangat banyak dan kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah selama ini, makanya kami undang dari Kementan kemari untuk menyemangati petani jagung di sini," tutur Sugianto.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan meskipun di Tulungagung ini sentra jagung, namun demikian perlu adanya preferensi tanaman lain. Menurutnya, masih banyak komoditas pangan yang bisa dikembangkan terutama pangan alternatif yang harganya juga tak kalah menggiurkan.
 
"Dan saya minta petani yang menanam jagung di lahan perhutanan sosial agar menggunakan pupuk organik, integrasi tanaman, tumpangsari tanaman berkayu, penghijauan, dan kelestarian lingkungan sehingga usaha pertanian bisa berkelanjutan," terangnya.
 
Di sisi lain, Suwandi pun mengajak petani untuk terus mengembangkan kelembagaan taninya dengan membentuk lembaga ekonomi. Alasannya agar petani bisa menjadi price maker bukan price taker.
 
"Petani itu harus bersatu, kalau bersatu pasti kuat dan bisa mengembangkan usahanya bisa dapat pinjaman KUR di bank mana saja. Ini bisa jadi modal usaha pengembangan pertanian," jelasnya.
 
"Selain itu, perlu di tiap kecamatan agar mengembangkan sistem Komando Strategis Pertanian (Kostra Tani), sehingga seluruh informasi dan seluruh gerakan pertanian di lapangan dengan wadah simpulnya ada di kostra tani kecamatan," sambung Suwandi.
 
Apa yang disampaikan jajaran Kementan sesuai keinginan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.
 
Mentan mengajak seluruh insan pertanian untuk mensukseskan pembangunan pertanian, karena daya tahan negara hanya bisa diwujudkan kalau mampu meningkatkan daya tahan pertanian. Daya ketahanan pangan menjadi ukuran hadirnya sebuah negara.
 
Pada kesempatan tersebut Kementan juga memberikan apresiasi atas kerja keras petani dengan memberi bantuan benih padi, benih jagung, bibit kopi dan penyerahan kartu tani untuk lima kelompok tani. Juga memberikan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor, pompa air, power thresher, dan alat pengolah kop.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif