"Pertumbuhan kredit perbankan diprakirakan masih dalam kisaran 10 hingga 12 persen (yoy) pada 2019 dan 11 hingga 13 persen (yoy) pada 2020," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko dalam pelatihan wartawan Bank Indonesia di The Anvaya Beach Resort, Bali, Jumat, 27 September 2019.
Onny menjelaskan pertumbuhan kredit tahun ini masih akan ditopang oleh konsumsi RT, konstruksi, perdagangan, dan industri pengolahan. Serupa dengan pertumbuhan kredit Juni 2019 yang mencapai 9,6 persen.
Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga pada Juli 2019 sebesar 8,0 persen, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan Juni 2019 yang sebesar 7,4 persen.
Pada Juli 2019 penyaluran kredit di sebagian besar wilayah Maluku dan Papua serta Bali masih tumbuh tinggi di atas 10 persen. Kredit di Namun sebagian besar kawasan Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi tumbuh lebih rendah dari 10 persen.
Rasio kredit bermasalah (NPL) pada Juli 2019 tetap terjaga di level rendah 2,6 persen. Secara sektoral NPL di seluruh sektor ekonomi berada di level sehat di bawah lima persen.
"Konsumsi swasta tumbuh terbatas, meskipun konsumsi rumah tangga tumbuh stabil didukung oleh penyaluran bantuan sosial pemerintah," ungkapnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya mencatatkan kredit perbankan hingga Agustus 2019 masih tumbuh sebesar 8,59 persen yoy, yang didorong oleh kredit investasi yang tetap tumbuh double digit di level 12,72 persen yoy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News