Almarhum BJ Habibie menginisiasi pesawat ini dengan menggunakan dana urunan rakyat (crowfunding). R80 merupakan pesawat perintis model yang dinilai cocok bagi kondisi geografis Indonesia.
Pada 26 Juli 2019 lalu, melalui akun instagram @pesawatR80, Ilham Habibie, sang anak, menjelaskan progres dari pesawat yang dikembangkan perusahaan Regio Aviasi Industri ini.
"Progres pesawat R80 sekarang sudah hampir selesai dengan yang kita sebut sebagai fase desain awal. Jadi kita fokusnya membuat desain engineering secara keseluruhan, kita sudah melakukan pengujian di dalam terowongan angin dan juga laboratorium konstruksi," tutur Ilham, saat menjelaskan progres pesawat R80, seperti dikutip Medcom.id.
Ilham pun menuturkan bahwa prototipe dari pesawat ini akan dibuat pada 2020. "Insyaallah mudah-mudahan tahun depan kita sudah mulai buat prototipenya," ungkapnya.
Pesawat rancangan BJ Habibie ini menjadi peninggalan terakhir yang sedianya akan mulai beroperasi pada 2019, jika ada bantuan dari pemerintah.
Mengutip laman Regio Aviasi Industri (RAI), pesawat ini dirancang memiliki kapasitas 80-90 penumpang dalam konfigurasi kelas tunggal dan dioperasikan oleh dua kru penerbang.
Pesawat yang disebut BJ Habibie bisa menandingi Boeing 777 ini hemat bahan bakar dan perawatannya cukup mudah. R80 ini pun diandalkan untuk penerbangan antarkota dan pulau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News