Bawang Putih. Foto : Medcom/Panca.
Bawang Putih. Foto : Medcom/Panca.

Kementan Dorong Perluasan Sentra Benih Bawang Putih

Ekonomi Bawang Putih
Nia Deviyana • 30 Oktober 2019 20:44
Bogor: Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto menjelaskan Badan Litbang Pertanian memperbanyak benih bawang putih melalui metode kultur jaringan.
 
Menurut dia, saat ini bawang putih sudah berhasil dikembangkan di beberapa wilayah di Indonesia, sesuai dengan spesifikasi wilayah yang cocok untuk pertanaman bawang putih.
 
"Bapak Mentan kagum dengan kemampuan Badan Litbang Kementan dalam mengembangkan benih bawang putih yang baik ini. Bahkan beliau mendukung pengembangannya," jelas Prihasto melalui keterangan resminya, Rabu, 30 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prihasto mengatakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendukung munculnya sentra-sentra pertanaman bawang putih.
 
"Bapak Menteri sangat menghargai teknologi, bahkan beliau berpesan segala hal yang dapat di adopsi sebagai upaya peningkatan produksi berbagai komodtas pertanian harus didorong. Karena beliau ingin menjamin 267 juta rakyat Indonesia terjamin pangannya," jelas Prihasto.
 
Adapun saat ini Indonesia masih perlu impor bawang putih guna mewujudkan swasembada komoditas tersebut pada 2021. Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi memastikan pertanaman bawang putih lokal terus on the track menuju swasembada tahun 2021. Hal ini disampaikan di tengah munculnya pro kontra Indonesia yang melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi bawang putih.
 
“Konsep (bawang putih) beda dengan yang lain. Kalau yang lain kan produksi dalam negeri naik, impornya dikurangi setiap tahunnya. Kalau bawang putih, impor sesuai kebutuhan konsumsi semua. Karena yang diproduksi dalam negeri diproses menjadi benih sampai nanti di tahun 2021. Sehingga tidak ada kompetisi segmen bawang putih,” kata dia, belum lama ini.
 
Suwandi menuturkan swasembada bawang putih bukan hanya mengembalikan kejayaan bawang putih. Tetapi guna menghilangkan ketergantungan dengan negara lain, baik dari segi pasokan maupun harga yang telah membuat merugi justru rakyat Indonesia.
 
"Hingga nanti tahun 2021, kita perkuat dan perbanyak benih untuk kebutuhan dalam negeri. Kita sudah hitung untuk kebutuhan 2021, membutuhkan luasan sampai 100 ribu hektare untuk pemenuhan kebutuhan benih dan konsumsi. Kurang lebih 60 ribu hektare saja untuk kebutuhan konsumsi," tuturnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif