Salah satu mobil listrik. Foto : AFP.
Salah satu mobil listrik. Foto : AFP.

Empat Insentif Bagi Pengguna Mobil Listrik

Ekonomi kementerian perindustrian
Nia Deviyana • 04 Desember 2019 20:04
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjanjikan adanya empat insentif bagi pengguna electric vehicle atau kendaraan listrik baik motor maupun mobil. Salah satunya, adalah pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir melanggar peraturan ganjil-genap.
 
"Bapak ibu pemilik kendaraan (mobil) listrik tidak usah beli dua mobil untuk ganjil-genap. Jadi pengguna mobil listrik ini dapat privilege (hak istimewa)," ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika saat mengisi diskusi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Selain itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2019, Putu mengatakan mobil listrik bebas pajak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memberikan kendaraan listrik pajak barang mewah ini nol. Jadi ada perbedaan sekitar minimal 15 persen dengan kendaraan konvensional. Jadi 15 persen kita kasih insentif," kata dia.
 
Pemerintah juga menjanjikan bea balik nama yang lebih murah dibandingkan kendaraan konvensional. "Jadi kalau bapak ibu punya kendaraan listrik, bea balik nama kendaraan bermotor konvensional itu 12 persen. Kalo kendaraan listrik ini paling mahal 2,5 persen," kata dia.
 
Pada kesempatan yang sama, Vice President Pengembangan Teknologi dan Standardisasi PT PLN (Persero) Zainal Arifin menuturkan, pihaknya juga bakal memberikan insentif bagi pengguna kendaraan listrik yang mengisi daya pada pukul 22.00 hingga pukul 05.00 WIB.
 
"Ada studi bahwa paling baik itu ngecas pada saat over night setelah jam 10 malam sampai jam 5 pagi, dan itu kami kasih diskon 30 persen," kata Zainal.
 
Adapun insentif tidak hanya diberikan untuk masyarakat, tetapi juga untuk para investor. Putu mengungkapkan semakin banyak investasi yang ditanamkan maka insentif yang diberikan semakin besar.
 
"Di industrinya kalo bapak ibu mau investasi, itu diberikan tax holiday. Makin banyak investasinya makin besar tax holiday-nya," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif