Ilustrasi. Foto : MI/Susanto.
Ilustrasi. Foto : MI/Susanto.

Teror Bom Bunuh Diri, AP I dan AP II Perketat Keamanan 33 Bandara

Ekonomi Ledakan di Polrestabes Medan
Annisa ayu artanti • 13 November 2019 19:09
Jakarta: PT Angkasa Pura I (AP I) dan PT Angkasa Pura II (AP II) memperketat keamanan bandara usai kejadian bunuh diri di Mapolrestabes Medan , Sumatra Utara, Rabu pagi sekitar pukul 08.45 WIB. Presiden Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan dirinya telah menginstruksikan seluruh executive general manager di 19 bandara untuk memperketat keamanan.
 
"Angkasa Pura II bersama-sama dengan seluruh unsur keamanan seperti TNI/Polri meningkatkan kewaspadaan, dengan juga meningkatkan koordinasi dengan unsur intelijen," kata Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 13 November 2019.
 
Ia menjelaskan implementasi peningkatan keamanan di 19 bandara tersebut dilakukan dengan melakukan random check terhadap penumpang pesawat atau pengguna jasa bandara beserta barang bawaan. Selain itu, random check juga dilakukan terhadap kendaraan yang memasuki area bandara dan gedung terminal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini Komite Keamanan Bandara atau Airport Security Committee terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi penuh guna menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di bandara-bandara Angkasa Pura II," jelas Awaluddin.
 
Sementara Direktur Utama AP I Faik Fahmi juga mengatakan telah menginstruksian untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat keamanan di 14 bandara yang dikelola perusahaan.
 
"Kepada seluruh kantor cabang Angkasa Pura I untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan dengan menggunakan semua peralatan keamanan dan personel yang tersedia menurut SOP yang berlaku," kata Faik dalam keterangan tertulisnya.
 
Berbagai langkah peningkatan keamanan yang dilakukan oleh AP I, lanjut Faik, antara lain dengan melakukan risk assesment terhadap ancaman teror serupa di seluruh bandara, meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan hasil risk assesment tersebut, dan melakukan koordinasi dengan instansi keamanan (TNI/Polri) sebagai anggota komite keamanan bandara (Airport Security Committee/ASC) dalam rangka update informasi ancaman serta tindak lanjut langkah keamanan.
 
"Selain itu dilakukan peningkatan pemeriksaan di pre-screening lebih dari 10 persen terhadap barang bawaan yang masuk ke daerah terbatas, meningkatkan frekuensi pemeriksaan acak (random check) terhadap barang bawaan dan orang di pos pemeriksaan, serta meningkatkan patroli di perimeter bandara dari sebelumnya minimal setiap dua jam menjadi setiap 1 jam dengan rute acak dan waktu yang tidak terjadwal untuk memastikan perimeter tetap aman," jelas Faik.
 
Upaya lainnya dengan meningkatkan frekuensi patroli berjalan (walking patrol) di dalam terminal bandara dan memastikan akses-akses ke daerah keamanan terbatas juga memastikan daerah steril terkunci apabila tidak digunakan, serta melakukan monitoring dengan CCTV apabila akses boarding digunakan.
 
"Hingga saat ini operasional di bandara-bandara Angkasa Pura I masih berjalan dengan normal. Apabila ditemukan indikasi ancaman, unit keamanan bandara akan langsung berkoordinasi dengan instansi keamanan terkait untuk melakukan langkah-langkah penanganannya," tukas Faik.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif