Pemerintah berencana menerapkan skema Dana Bagi Hasil dari cukai rokok kepada petani tembakau. Foto : KSP.
Pemerintah berencana menerapkan skema Dana Bagi Hasil dari cukai rokok kepada petani tembakau. Foto : KSP.

Pemerintah Bagi 2% Hasil Cukai Rokok ke Petani

Ekonomi cukai tembakau
Desi Angriani • 24 Oktober 2019 20:58
Jakarta: Pemerintah berencana menerapkan skema Dana Bagi Hasil dari cukai rokok kepada petani tembakau. Hal ini agar para petani tak merugi atas penaikan tarif cukai rokok sebesar 23 persen.
 
Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan dua persen hasil cukai rokok akan dikembalikan ke petani melalui pemerintah daerah.
 
“Misalnya untuk petani tembakau di Temanggung saja, nilainya bisa Rp 34 milliar,” kata Heru saat menerima menerima perwakilan petani tembakau di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Staf Presiden Moeldoko menambahkan KSP akan segera melakukan rapat koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait guna memastikan berjalannya skema tersebut.
 
"Hasil dari rapat koordinasi itu akan bisa langsung diwujudkan dalam peraturan menteri, sehingga bisa segera dilaksanakan bersamaan dengan naiknya cukai rokok," jelas Moeldoko.
 
Selain itu, pemerintah juga akan menekan impor tembakau agar industri menyerap tembakau lokal. Hal ini dipercaya akan memberikan dampak positif jangka panjang terhadap petani dalam negeri.
 
"Solusi tersebut dengan menekan sebanyak mungkin impor tembakau yang selama ini masih terjadi," tegasnya.
 
Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) sebelumnya mengeluhkan rencana pemerintah menaikkan cukai rokok. Rata-rata kenaikan mencapai 21,56 persen, dengan kenaikan harga jual eceran (HJE) rokok rata-rata sebesar 35 persen.
 
“Sekarang kenaikan belum berlaku saja, permintaan tembakau sudah turun,” kata Wakil Sekjen APTI Agus Setiawan saat bertemu Moeldoko.
 
Dalam pertemuan itu, petani berharap pemerintah mengkaji ulang kenaikan cukai rokok. Sebab penyerapan hasil panen petani tembakau mengalami penurunan.
 
“Pabrik tidak berani ambil banyak, karena mereka takut konsumsi rokok akan turun saat cukai baru berlaku,” tambahnya.
 
Adapun kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 152 tahun 2019. Kebijakan itu masuk dalam skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif