Illustrasi. MI/BARY FATHAHILAH.
Illustrasi. MI/BARY FATHAHILAH.

Kemendag Telusuri Anomali Harga Ayam Ras

Ekonomi harga ayam
Ilham wibowo • 27 Juni 2019 05:50
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menelusuri anomali harga ayam ras yang anjlok di tingkat produsen. Pasalnya, harga daging ayam yang diterima konsumen di tingkat pengecer tetap tinggi.
 
Sekretaris Jenderal Kemendag Karyanto Suprih mengatakan dugaan sementara yakni lantaran adanya pasokan berlebih. Beberapa darah harga ayam hidup di tingkat produksi hanya tinggal Rp5.000 hingga Rp10 ribu per kilogram (kg), jauh dari harga pokok produksi yang mencapai Rp18.500 per kg.
 
"Kami akan coba kaji karena akan menjadi anomali, di satu sisi tiba-tiba naik di tingkat konsumen dan di sisi lain peternak rugi," kata Karyanto ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karyanto memastikan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementrian Pertanian yang mengurus sektor produksi untuk memecahkan masalah ini. Dia mengkhawatirkan bahwa banyak peternak ayam kecil yang bakal segera gulung tikar.
 
"Ini yang sedang bersama kami dengan kementerian lain mencari jalan keluar. Nanti kami lihat di mana letaknya, siapa yang bikin salah," tuturnya.
 
Kemendag memiliki instrumen penjaga harga berupa Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2018 tentang harga acuan di tingkat peternak dan konsumen. Penentuan batas atas tersebut pun disepakati berdasarkan masukan dari para asosiasi peternak ayam.
 
"Sedang kami lakukan koordinasi dengan hulu dan produsen dimana sebetulnya dia banyak supply-nya lalu dimana yang kurang, itu yang akan kami atur, tapi kami sudah punya harga acuan," paparnya.
 
Selain berharap ada kebijakan tegas di hulu, Kemendag juga akan berupaya mendistribusikan stok ayam yang berlebih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan. Sejumlah pelaku ritel, hotel, restoran dan katering pun telah diminta untuk menyerap ayam langsung dari peternak untuk menyeimbangkan harga.
 
"Sedang kami adakan pertemuan terus dengan dirjen perdagangan dalam negeri, harus secara menyeluruh dimana persoalnnya karena peternak ayam selama ini juga rugi, kami harus menjaga di tingkat konsumen dan produsen," ucapnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif