Pengangkatan pertama LRT di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Minggu, 13 Oktober 2019. Foto: Medcom.id/Yanti Nainggolan
Pengangkatan pertama LRT di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Minggu, 13 Oktober 2019. Foto: Medcom.id/Yanti Nainggolan

Proyek LRT Jabodebek Gunakan TKDN 60%

Ekonomi proyek lrt
Octavianus Dwi Sutrisno • 14 Oktober 2019 08:10
Depok: Menteri Perhubungan Budi Karya menuturkan penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) poyek lintas rel terpadu (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) mencapai 60 persen.
 
Sebelum diujicoba pada 18 Oktober mendatang, berbagai persiapan terus dilakukan salah satunya proses pengangkatan gerbong (trainset) kereta pertama di Pitstop Stasiun Harjamukti Cimanggis Kota Depok. Budi bilang ke depannya akan ada 31 rangkaian yang disediakan untuk mengangkut penumpang.
 
"Saat uji coba nanti kita akan turunkan enam trainset dulu. Ini adalah projek kedua kita setelah menggarap LRT di Palembang," ucap Budi saat uji coba tersebut, Minggu, 13 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proses uji coba moda transportasi modern tersebut dipastikan akan memakan waktu hingga satu tahun ke depan. Sedangkan operasional LRT secara normal ditargetkan di tahun 2021. Budi menyebutkan, proses pembangunan berjalan dengan baik hingga saat ini berkat koordinasi yang apik antara PT Adhikarya sebagai penunjang sarana dan PT INKA untuk pemenuhan Prasarana.
 
Selain itu, ia mengatakan untuk pendanaan proyek LRT Jabodebek menggunakan skema proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) yang melibatkan beberapa Kementerian seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
"Proses pembangunan jalur LRT mulai dari Rute Cawang- Cibubur rampung 85,7 persen, Cawang-Dukuh Atas 56,1 persen. Cawang-Bekasi Timur 59,5 persen," tutur dia.
 
Uji Coba sementara, masih menurut Budi, akan dilakukan selama satu bulan. Sejalan dengan melengkapi kekurangan seperti pengiriman rangkaian kereta secara bertahap hingga nantinya siap dioperasionalkan secara normal pada 2021.
 
"Jadi bertahap ya, mulai dari pemenuhan rangkaian kereta yang dikirim satu per satu tiap bulannya. Tarif telah disepakati Rp12 ribu, seharusnya Rp25 ribu namun disubsidi oleh pemerintah. Semua kita lakukan bertahap sampai satu tahun kedepan," ujar dia.
 
Dalam kesempatan yang sama, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan meyakini dengan beroperasinya LRT mampu mengurangi kemacetan terutama di Ibu Kota DKI Jakarta. Digambarkannya, ujicoba pertama akan dihadirkan enam rangkaian kereta, satu rangkaian mampu mengangkut kurang lebih 250 penumpang.
 
"Sekali angkut (hitungan jam) kemungkinan bisa mencapai 1.500 penumpang tentunya, mampu mengurangi kemacetan di jalan (darat) dan menekan polusi udara juga. Lebih hebatnya lagi, pemenuhan ," jelas Luhut.
 

(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif