Ilustrasi. FOTO: Fotolia
Ilustrasi. FOTO: Fotolia

Teknologi AI Perkuat Strategi Digital Perusahaan

Ekonomi ekonomi digital
Ilham wibowo • 11 Oktober 2019 08:35
Jakarta: Penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) siap merambah industri keuangan dalam memperkuat strategi digital di berbagai perusahaan Indonesia. Transformasi proses bisnis modern ini juga ditujukan untuk efisiensi waktu dan biaya saat dilakukan hanya dengan tenaga manusia.
 
Chief Commercial Officer Nodeflux Ivan Tigana mengatakan teknologi AI di Tanah Air sudah mulai diimplementasikan di sektor layanan keamanan baik kepolisian maupun satuan pengaman untuk mengenali identitas wajah yang terekam kamera tersembunyi.
 
Penerapan sistem face recognition bahkan telah menghilangkan keterlibatan penjaga yang biasanya berada di pintu masuk perkantoran lantaran mengenali data secara akurat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Potensi pasar di Indonesia besar, kalau penerapan sebelumnya di sektor keamanan sekarang sudah merambah ke industri keuangan seperti e-KYC," kata Ivan dalam sebuah diskusi di Nodeflux HQ, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Menurutnya tujuan yang paling diinginkan perbankan maupun layanan keuangan yakni menambah jumlah nasabah dengan waktu yang lebih cepat. Kehadiran teknologi AI yang diterapkan bisa menjawab tantangan tersebut dalam mempersingkat waktu verifikasi data yang tak lagi perlu berhadapan dengan formulir kertas dan pegawai customer service.
 
"Berapa banyak yang dibutuhkan services banking dalam sehari untuk on boarding costumer atau berapa banyak dari peer to peer landing untuk verifikasi penggunanya, atau berapa banyak transaksi yang terjadi untuk autentikasi dana pensiun atau BPJS, teknologi kami bisa mengolah data itu bahkan kurang dari satu detik," paparnya.
 
Teknologi Nodeflux yang sepenuhnya dikerjakan talenta lokal ini mencakup pemindaian seluruh dokumen nasabah, bahkan mampu memangkas waktu yang biasanya memakan waktu berhari-hari dalam proses verifikasi. Adapun pengelolaan dan verifikasi data tersebut terdapat proses integrasi dengan database instansi terkait yang terjamin kerahasiaannya.
 
"Secara verifikasi jelas dapat, secara akses mudah, konsumsi waktu sedikit. Banking atau institusi keuangan yang butuh efisiensi itu jadi target kami untuk bisa kami implementasikan penerapan teknologi AI," ungkapnya.
 
Group Product Manager Nodeflux Richard Dharmadi mengatakan teknologi AI yang dibuatnya bukan untuk menghapus tenaga kerja di perusahaan. Posisi manusia yang telah digantikan mesin bisa dipindah sesuai kebutuhan dari perusahaan agar lebih maksimal.
 
"Kami hanya mempercepat proses, peran AI ini tidak menggantikan manusia tapi mempercepat verifikasi sehingga tingkat keamanan bertambah," ujarnya.
 
Data yang diolah dua sisi dari sebuah perusahaan juga bisa mengenali berbagai hambatan seperti misalnya calon nasabah yang enggan antre di kantor bank. Penerapan teknologi AI nantinya bisa memutus batas waktu layanan yang semula hanya bisa dilakukan pada jam kerja normal.
 
"Perkembangan teknologi sudah dikombinasikan, mesin itu bisa tahan banting untuk disuruh berdiri lama. Face recognition kelebihan kami cepat mendeteksi sample per orang dari berbagai angle, akurasi data kami 99,8 persen," pungkasnya.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif