Presiden Joko Widodo - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Presiden Joko Widodo - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Jokowi Tak Persoalkan Penurunan Pertumbuhan Kredit Perbankan

Ekonomi ojk joko widodo
Desi Angriani • 16 Januari 2020 15:45
Jakarta: Presiden Joko Widodo tak mempersoalkan penurunan pertumbuhan kredit perbankan asalkan sektor keuangan dalam negeri stabil. Tercatat pertumbuhan kredit bank 2019 sebesar 6,08 persen atau turun dari tahun sebelumnya sebesar 11,7 persen.
 
"Sektor keuangan kita stabil meskipun pertumbuhan kredit turun," kata Jokowi di Ritz-Carlton, Pasific Place, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Jokowi menuturkan rendahnya pertumbuhan kredit tahun lalu lantaran banyak pelaku industri meminjam dana dari luar negeri (offshore) yang mencapai Rp130 triliun. Angka tersebut turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah angka yang sangat besar sekali dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi kita," tambah dia.
 
Sementara itu, Jokowi meminta regulator mencermati penguatan nilai tukar rupiah yang begitu cepat. Sebab, penguatan yang tidak disertai dengan kestabilan hanya akan menurunkan daya saing Indonesia.
 
"Rupiah menguat dan kalau menguat terlalu cepat kita juga harus hati-hati. Ada yang senang dan ada yang tidak senang, eksportir tentu engga senang," pungkasnya.
 
Berdasarkan data OJK, pertumbuhan kredit pada 2019, sebagian besar dikontribusikan oleh sektor konstruksi yang tumbuh sebesar 14,6 persen dan kredit rumah tangga sebesar 6,6 persen. Kemudian untuk sektor pertanian, pengolahan, dan perdagangan besar masing-masing tumbuh 4,23 persen, 3,23 persen dan 3,08 persen.
 
Pertumbuhan kredit tahun lalu nuga tersegmentasi karena tidak hanya didominasi oleh Bank Umum Kelompok Usaha atau BUKU IV, namun bergerak hampir merata di kelompok bank lain.
 
Adapun kredit Bank BUKU IV tumbuh 7,84 persen pada 2019 turun dari catata 2018 sebesar 12,26 persen. BUKU III tumbuh 2,42 persen turun dari 12,32 persen, BUKU II tumbuh 8,38 persen turun dari 8,81 persen dan BUKU I tumbuh 6,37 persen naik dari 2018 sebesar 2,32 persen.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif