Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.

Stabilitas Jasa Keuangan Diklaim Terjaga Selama 2019

Ekonomi ojk jasa keuangan
Husen Miftahudin • 16 Januari 2020 12:15
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengklaim stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan baik sepanjang 2019. Meski sektor jasa keuangan domestik diuji dinamika perekonomian global.
 
Stabilitasnya sektor jasa keuangan dalam negeri didukung tingkat permodalan dan likuditas yang memadai serta profil risiko yang terjaga. Fungsi intermediasi lembaga jasa keuangan mengalami moderasi meski tetap sejalan dengan pertumbuhan ekonomi domestik.
 
"Kredit perbankan 2019 tumbuh di 6,08 persen seiring dengan lemahnya permintaan komoditas global. Pertumbuhan kredit perbankan didominasi bank BUKU IV yang tumbuh 7,8 persen (yoy), sedangkan BUKU III tumbuh 2,4 persen (yoy), BUKU II tumbuh 8,4 persen (yoy) , dan BUKU I tumbuh 6,4 persen (yoy)," ujar Wimboh dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wimboh menjelaskan, pertumbuhan kredit ini ditopang oleh sektor konstruksi yang mengalami pertumbuhan sebesar 14,6 persen (yoy) dan rumah tangga tumbuh 14,6 persen (yoy). Sejalan dengan itu, kredit investasi meningkat 13,2 persen yang menunjukkan potensi pertumbuhan sektor riil ke depan.
 
"Pertumbuhan kredit ini diikuti dengan profil risiko kredit yang terjaga. Rasio Non-Performing Loan gross perbankan tercatat rendah yaitu sebesar 2,5 persen atau net 1,2 persen," ungkapnya.
 
Adapun Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan mencapai 23,3 persen, likuiditas yang cukup dengan LDR 93,6 persen, Net Interest Margin tercatat turun menjadi 4,9 persen dari 5,1 persen di 2018. Sementara rata-rata suku bunga kredit turun dari 10,8 persen di akhir 2018 menjadi 10,5 persen di akhir 2019.
 
"Kami optimistis stabilitas sektor perbankan ke depan akan tetap terjaga meski pertumbuhan kredit masih berhati-hati dengan ruang likuiditas yang menyempit namun risiko kredit terjaga dengan baik," ucap Wimboh.
 
Industri asuransi mencatat penghimpunan dana yang positif di 2019. "Premi asuransi komersial mencapai Rp261,6 triliun atau tumbuh 6,1 persen (yoy)," tutup Wimboh.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif