"Tahun ini ditargetkan untuk bantuan rumah tapak atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 120 ribu rumah, dengan dana Rp9,7 triliun. Dana dari pemerintah," ungkap Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin kepada Metrotvnews.com, Kamis 4 Mei 2017.
Pembangunan perumahan ini, jelas Syarif, juga menggandeng banyak bank dan pengembang (developer) perumahan yang terbilang sudah mumpuni di bidangnya. Setidaknya ada 21 bank yang telah bersedia untuk menyukseskan pembangunan tersebut. Sehingga, program satu juta rumah yang didorong pemerintah bisa sukses dengan matang.
Bukan hanya pengembang dan perbankan yang giat menyukseskan program tersebut, lanjut Syarif, Real Estate Indonesia (REI) sebagai asosiasi yang menaungi perumahan juga ingin berkontribusi banyak.
Baca: Pekan Depan, Presiden Resmikan Pembangunan Rumah Tapak di Depok
"Perumahan tapak sama saja, cuma kan mau didorong oleh lebih banyak lagi rumah tapak, melalui perizinan. Perizinan sudah banyak bantu. REI juga bertekad untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sehingga banyak pengembang besar bangun rumah murah, kondisi pasar kita sekarang menengah ke bawah," jelas Syarif.
Lokasi pembangunan rumah tapak, diakui Syarif, akan difokuskan di seluruh Indonesia. Tapi, terkait harga rumah tersebut tergantung daerah masing-masing. Karena, harga tanah di tiap daerah berbeda-beda.
"Ini menyasar ke seluruh Indonesia. Di Jabodetabek banyak kok. Ada juga yang di luar itu, seperti Sumatera Barat, Sulawesi Selatan. Masing-masing daerah beda harga rumahnya. Tapi tanahnya sekitar 60 meter," jelas Syarif.
Salah satu contoh perumahan tapak yang akan dibangun seperti rumah murah di Villa Kencana Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Sebagaimana diketahui, perumahan tersebut akan diresmikan oleh Presiden Jokowi, bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan para Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
"Lokasi baru tergantung daerah masing-masing, seperti perumahan yang akan diresmikan dan groundbreaking oleh Presiden Jokowi yang ada di Cikarang, pengembang banyak bekerja sama dengan bank. Yang di Cikarang ini banknya BTN, dan pengembangnya itu PT Arrayan Nusantara Development. Keduanya itu bekerja sama di sana," tegas Syarif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News