"Akhir September akan selesai, kita butuh tiga pekan," ujar Direktur Utama PT Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja dalam jumpa pers di Menara BCA, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin 28 Agustus 2017.
Jahja menjelaskan proses recovery dilakukan secara bertahap dengan mengalihkan jaringan satelit Telkom 1 ke lima satelit milik BCA lainnya. Dari 5.700 ATM, perseroan akan mengalihkan 2.000 ATM dari Telkom 1 ke Apstar-5, sedangkan 3.000 lainnya akan dipindahkan ke Telkom 3S.
"Jadi emang ini satu sarana untuk menjaga kalau sampai terjadi gangguan di salah satu satelit tidak seluruh operasional. jadi bahada sekali kalau kita bertumpu hanya pada satu atau dua satelit dia sebab itu kita sudah pecah menjadi 5 satelit," tuturnya.
Adapun proses pemulihan dilakukan oleh pihak BCA dan provider dengan terjun langsung ke lokasi atm yang mengalami gangguan. Pihaknya membutuhkan 2,5 hari untuk memperbaiki 100 ATM. Hingga kini sudah 121 ATM yang kembali beroperasi dari total 5.700 atm yang offline.
"Sengaja dibikin tim dua untuk saling kontrol, enggak bisa hanya orang BCA yang ngerubah atau orang dari provider yang merubah . Itu demi kontrolnya memang harus ada dua tim ada yang pegang kunci lokasi ada yang memang pegang kunci untuk equipment nya dan ahli yang mengarahkan kepada satelit yang baru ya jadi itu adalah komplikasi untuk membereskan," tutur dia.
Kendati demikian, 70 persen atau lebih dari 12.000 jaringan ATM yang tersebar di beberapa kota di Indonesia tetap dapat memberikan layanan kepada nasabah BCA. Jahja pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nasabah bank BCA atas gangguan layanan tersebut.
Pihaknya menyarankan nasabah menggunakan transaksi online dan mengambil uang tunai melalui atm BCA yang berada di kantor cabang terdekat. Seluruh atm di kantor cabang BCA menggunakan fiber optik sehingga dapat berfungsi optimal.
"BCA menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamannya. Kami sarankan gunakan atm di kantor cabang BCA," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News