Ilustrasi. Foto: dok Kemenperin.
Ilustrasi. Foto: dok Kemenperin.

KPPI Mulai Selidiki Lonjakan Impor Kain

Ekonomi impor tekstil BPS Kementerian Perdagangan
Antara • 27 April 2022 14:36
Jakarta: Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Kementerian Perdagangan memulai penyelidikan perpanjangan tindakan pengamanan perdagangan (safeguard measures) atas lonjakan jumlah impor barang kain.
 
"Dari bukti awal permohonan penyelidikan perpanjangan yang disampaikan API, KPPI mendapatkan fakta ada lonjakan jumlah impor produk kain dan kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami pemohon," kata Ketua KPPI Mardjoko lewat keterangan resminya, Rabu, 27 April 2022.
 
Penyelidikan tersebut menindaklanjuti permohonan perpanjangan penyelidikan yang diajukan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mewakili produsen penghasil produk kain dalam negeri yang diajukan pada minggu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyelidikan impor barang kain tersebut mencakup 107 nomor Harmonized System (HS) delapan digit, sesuai dengan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2017.
 
Dari 107 nomor HS dibagi dalam lima segmen barang yang diselidiki yaitu kain tenunan dari kapas; kain tenunan dari serat stapel sintetik dan artifisial; kain tenunan dari benang filamen sintetik dan artifisial; kain tenunan khusus dan sulaman; dan kain rajutan. Mardjoko menambahkan, hal itu terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri yang memburuk selama periode 2019-2021.
 
Indikator tersebut antara lain kerugian finansial secara terus-menerus yang diakibatkan menurunnya volume produksi dan penjualan domestik; meningkatnya persediaan akhir karena meningkatnya jumlah barang yang tidak terjual; menurunnya produktivitas; menurunnya kapasitas terpakai; berkurangnya jumlah tenaga kerja; serta menurunnya pangsa pasar pemohon di pasar domestik.
 
Selain itu, API masih membutuhkan tambahan waktu untuk menyelesaikan program penyesuaian struktural yang telah dijanjikan sebelumnya secara optimal.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2019-2021, telah terjadi penurunan jumlah impor produk kain dengan tren sebesar 21,56 persen. Pada 2019-2020, terjadi penurunan jumlah impor 42,58 persen. Namun pada 2020-2021, terjadi peningkatan jumlah impor sebesar 7,16 persen.
 
Impor kain berasal dari Republik Rakyat Tiongkok, Korea Selatan, Vietnam, Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia. Jumlah impor kain terbesar berasal dari Tiongkok dengan pangsa impor pada 2021 sebesar 48,87 persen, diikuti Korea Selatan 12,99 persen, Vietnam 9,98 persen, Hong Kong 9,45 persen, Taiwan 7,03 persen, dan Malaysia 5,58 persen.
 
"Sehubungan dengan hal tersebut, KPPI mengundang semua pihak yang berkepentingan untuk mendaftarkan diri sebagai interested parties selambat-lambatnya 15 hari sejak tanggal pengumuman ini dan disampaikan secara tertulis kepada KPPI Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Jalan MI Ridwan Rais nomor 5, Gedung I, Lantai 5, Jakarta 10110. Atau dapat menghubungi telepon (021) 3857758 dan surat elektronik kppi@kemendag.go.id," pungkas Mardjoko.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif