"Saya ingin melihat perubahan yang konkret," kata Presiden saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Jokowi menegaskan, Rizal harus terus melakukan pembenahan agar tercipta efisiensi dalam aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan.
"Mulai dari custome clearance, post custome clearance hingga pembenahan jalur dan pemeriksaan fisik," kata Jokowi.
Jokowi mengaku sudah mengantongi hasil audit dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok untuk dibandingkan dengan hasil kerja satuan tugas (satgas) bentukan Rizal Ramli.
"Saya juga perlu sampaikan bahwa saya juga telah dan terus memonitor ini melalui BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), yang saya terjunkan ke lapangan dan hasilnya saya sudah mendapatkannya," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Sebelumnya, Menko bidang Kemaritiman Rizal Ramli menawarkan solusi untuk membenahi problematika dwelling time di pelabuhan.
"Ada beberapa cara yang harus dibenahi masalah dwelling time di pelabuhan," kata Rizal di Gedung BPPT, Jakarta, Senin 31 Agustus 2015.
Langkah pertama, menurut Rizal, mempermudah kereta barang untuk langsung masuk ke pelabuhan. Kereta barang bisa memangkas waktu proses dwelling time.
"Bisa memangkas waktu dwelling time sepertiga lebih singkat. Jadi kereta api barang langsung masuk angkut kontainer. Jadi kemacetan di Tanjung Priok bisa selesai," sebut dia.
Kedua, murahnya nilai sewa untuk menyimpan barang di pelabuhan memberikan celah yang berbahaya bagi importir untuk menimbun barang. Ini akan diubah harganya agar tidak ada lagi penimbunan barang.
"Itu Rp27 ribu per hari untuk kontainer 20 feet sangat murah. Jadi akan diubah harganya jadi lebih mahal, agar barang itu bisa lebih cepat keluar dari Tanjung Priok," kata Rizal.
Ketiga, sistem komputer yang belum terintegrasi akan diubah lebih baik. Agar pencarian barang sangat mudah dilakukan.
"Saat ini susah mencari barang, kontainer di mana? Barang ini apa? Posisi di mana? Belum penuhi syarat karena masih terpecah. Jadi akan kita benahi sistem komputer yang ada di sana," kata Rizal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News