Ilustrasi (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Kuartal III-2015

BJB Bukukan Laba Rp864 Miliar

Ekonomi bjb
29 Oktober 2015 15:12
medcom.id, Jakarta: PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten Tbk (BJB) membukukan laba bersih hingga September 2015 atau kuartal III-2015 sebesar Rp864 miliar atau meningkat dibanding periode sama di tahun sebelumnya.
 
"Hingga akhir kuartal III-2015 laba bersih mencapai Rp864 miliar, lebih tinggi 20,6 persen dari realisasi September 2014," kata Direktur Utama Bank BJB Achmad Irfan, pada Analys Meeting Kuartal III-2015 BJB, seperti dikutip dari Antara, Jakarta, Kamis (29/10/2015).
 
Irfan mejelaskan naiknya laba bersih itu utamanya bersumber pada pendapatan bunga bersih yang naik 8,4 persen dan fee based income yang tumbuh 47,4 persen. Selain membukukan pertumbuhan laba yang cukup signifikan, bank yang berkantor pusat di Jalan Naripan Kota Bandung itu membukukan total Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp81,9 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angka itu, lanjut dia, tumbuh sekitar 26,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Berbagai upaya yang dilakukan untuk penghimpunan dana pihak ketiga dalam bentuk tabungan dan deposito terus digenjot. Bahkan, BJB juga menggenjot program penghimpunan dana murah atau tabungan pada 2015, sekaligus menyeimbangkan CASA.
 
Sementara itu, penyaluran kredit BJB hingga kuartal III-2015 telah mencapai Rp54,5 triliun. Menurut dia pengaluran kredit hingga September 2015 masih dominan untuk kredit konsumer yang nilainya mencapai Rp37,2 triliun.
 
Sedangkan sisanya kredit KUMKM, KPR dan lainnya, Irfan menyebutkan, BJB tetap mengandalkan kredit konsumer menjadi salah satu bisnis unggulannya karena telah memiliki pasar yang stabil. "Penyaluran kredit tetap dijaga dan tumbuh, totalnya kuartal III-2015 mencapai Rp54,5 triliun, konsumer masih menjadi andalan kami," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, kata Irfan, tidak hanya DPK dan kredit, pihaknya pun sukses melakukan credit recovery program dengan menekan Non Performing Loan (NPL) menjadi 3,5 persen. "Itu berkat prinsip kehati-hatian yang kami terapkan ditambah oleh adanya pembinaan dan monitoring para debitur," tegas Irfan.
 
Peningkatan kinerja itu, masih kata Irfan, juga berimbas kepada kenaikan aset yang hingga akhir September 2015 mencapai Rp95,6 triliun. Angka tersebut lebih tinggi 21,5 persen dibandingkan realisasi pada September 2014.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif