Batik Printing. FOTO ANTARA/Syaiful Arif.
Batik Printing. FOTO ANTARA/Syaiful Arif.

Pengrajin Batik Minta Pembatasan Produk Batik Cetak

12 Mei 2016 14:26
medcom.id, Pekalongan: Pengrajin batik asli yang tergabung pada Paguyuban Pencinta Batik Pekalongan, Jawa Tengah, minta pemerintah daerah memberikan pengaturan khusus bagi pengrajin kain bermotif batik cetak (printing) sebagai upaya melindungi produk kerajinan batik asli.
 
Ketua Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan, Fatchiyah A. Kadir mengatakan bahwa pengrajin batik asli merasa belum mendapatkan perlindungan dari Pemda dari ancaman merebaknya kain bermotif batik di pasaran.
 
"Para pengusaha merasa belum ada perlindungan yang kuat untuk menjaga keberadaan batik asli di pasaran. Kami melihat banyak toko atau pengusaha batik printing justru memasang nama, bahkan mempromosikan diri sebagai penjual batik asli," katanya dikutip dari Antara, Kamis (12/5/2016). 

Ia mengaku paguyuban pencinta batik sudah sering menyampaikan hal itu pada Pemkot Pekalongan tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut yang nyata. Pemkot, kata dia, seharusnya memberikan pengaturan khusus pada pelaku produk kain bermotif batik agar tidak mengancam keberadaan batik asli.
 
"Jika memang yang dijual adalah produk printing maka pemkot tidak memberikan izin memasang papan nama atau promosi sebagai penjual batik," katanya.
 
Ia mengatakan dari segi ekonomi produk batik printing semakin menggerus batik asli karena mereka dapat menjual produknya dengan harga miring.
 
Selain itu, kata dia, produksi printing bisa diproduksi lebih cepat dan mudah sehingga dalam satu hari bisa mencapai ratusan meter kain batik printing.
 
"Berbeda dengan batik asli untuk memproduksi satu kain saja butuh beberapa hari sehingga hal ini bisa menerjang batik asli dari segi ekonomi," pungkasnya. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan