Investor Perlu Diboyong ke Kawasan Ekonomi Khusus

Ilham wibowo 23 Oktober 2018 16:52 WIB
kawasan ekonomi khusus
Investor Perlu Diboyong ke Kawasan Ekonomi Khusus
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikembangkan untuk mempercepat pengembangan ekonomi perlu dimanfaatkan dengan maksimal. Program membangun keseimbangan pembangunan antarwilayah dalam kerangka satu kesatuan ekonomi Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu disosialisasikan menggaet investor.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan segala fasilitas dan kemudahan telah diberikan oleh pemerintah untuk KEK. Para investor bisa memanfaatkan spesialisasi zona–zona khusus seperti zona industri, pengelolaan ekspor, pariwisata, logistik, energi, pengembangan teknologi dan ekonomi lain.

"Ini merupakan peluang dan tantangan yang dapat dimanfaatkan oleh para atase perdagangan dan ITPC selaku perpanjangan tangan Kementerian Perdagangan di 44 wilayah akreditasi untuk proaktif meningkatkan akses pasar bagi hasil industri yang diproduksi di KEK sekaligus menarik para investor asing berinvestasi di KEK," ujar Oke dalam sebuah forum bertema "Strategi Peningkatan Perdagangan dan Investasi di KEK Indonesia," di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Oktober 2018.

Oke menuturkan pihaknya diamanatkan untuk memberikan pendelegasian kewenangan penerbitan perizinan di bidang perdagangan luar legeri kepada administrator KEK terkait. Selain itu penetapan KEK sebagai Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) dan fasilitas kemudahan yang diberikan kepada badan usaha serta pelaku usaha terutama menyangkut lalu lintas barang juga dilakukan.

"Ini tentunya tidak terlepas dari konsistensi Pemerintah yang terus berupaya menyusun strategi dan merumuskan kebijakan nasional untuk mendorong aliran investasi dan perdagangan di Indonesia seperti halnya pembentukan KEK yang saat ini tersebar di 12 provinsi di Indonesia," tuturnya.

Hingga saat ini, terdapat empat dari 12 KEK yang telah ditetapkan yakni KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara, KEK Tanjung Lesung di Banten, KEK Palu di Sulawesi Tengah, dan KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Lokasi tersebut sudah bisa dikembangkan dengan fasilitas yang dicanangkan dan dibangun.

Sebagai tindak lanjut, delapan Permendag telah diterbitkan untuk pendelegasian kewenangan penerbitan perizinan di bidang perdagangan luar negeri kepada delapan Administrator KEK. Kemendag juga telah menerbitkan Permendag Nomor 25 Tahun 2018 tentang IPSKA dan telah menetapkan KEK Sei Mangkei dan KEK Palu sebagai IPSKA. Kemudian pemberian pelatihan penerbitan perizinan dan nonperizinan di bidang perdagangan luar negeri diberikan kepada 12 administrator KEK.

"Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Sekretariat Dewan Nasional KEK melakukan promosi kawasan melalui pendirian paviliun KEK pada TEI 2018 yang dilengkapi dengan beragam informasi," ujarnya.

Oke meyakini KEK menjadi program strategis untuk peningkatan investasi. Kriteria kemudahan berbisnis, kesejahteraan penduduk, kondisi pendidikan dan kesehatan hingga iklim investasi daerah tersebut seluruhnya sudah terpenuhi.

KEK memiliki keunggulan dalam insentif fiskal dan nonfiskal yang diharapkan dapat memaksimalkan kegiatan industri orientasi ekspor bernilai tambah dan berantai nilai. Kawasan ini juga diproyeksikan dapat membentuk daya saing ekonomi nasional di pasar domestik maupun internasional agar mampu menghadapi dinamisme persaingan perdagangan secara global.

"Kelak kita semua dapat menyaksikan pertumbuhan ekonomi yang salah satunya digerakkan dengan adanya KEK ini," tandasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id