Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Perkembangan Keuangan Syariah Terkendala Sektor Riil

Ekonomi perbankan syariah keuangan syariah
Eko Nordiansyah • 06 Maret 2019 11:50
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai perkembangan keuangan syariah di Indonesia terkendala oleh dukungan dari sektor riil. Padahal kegiatan ekonomi syariah bisa mendukung pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia.
 
"Kendalanya ada di sektor riilnya. Kendalanya bukan di keuangannya, bukan di supply side-nya tapi ada di demand side-nya yaitu sektor riil kegaiatan ekonomi kita itu sendiri," kata dia dalam Milad Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu 6 Maret 2019.
 
Menurutnya, sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragam Islam, seharusnya Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi maupun keuangan syariah. Salah satu yang bisa menjadi pendorong adalah manajemen bisnis syariah pada travel haji dan umrah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, jemaah haji dan umrah asal Indonesia merupakan yang tertinggi di antara negara lain di dunia. Sayangnya secara ekonomi keuangannya tidak masuk dalam nomor satu dunia, karena dikuasai oleh negara lain.
 
"Sehingga manajemennya mustinya sudah bisa disempurnakan dari waktu ke waktu menjadi lebih syariah. Dalam beribadah kita umat Islam umumnya sadar enggak sadar sebetulnya standarnya sangat jelas dan kita selalu tidak berhasil membawa standar itu ke kehidupan kita," jelas dia.
 
Maka dari itu, pemerintah akan memperbaiki standar layanan untuk ibadah haji dan umroh di Indonesia. Terlebih banyak terjadi kasus penipuan yang melibatkan jasa perjalanan ibadah umroh sehingga perlu penyusunan aturan panitia penyelenggara ibadah umrah (PPIU) oleh Kementerian Agama.
 
"Pemerintah telah menyusun MoU, bersinergi dengan pihak terkait untuk mengatasi permasalahan PPIU, berupa pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalahan umrah. Pemerintah sedang membangun layanan digital ibadah haji dan umrah," ujar dia.
 
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sebelumnya mengungkapkan pengembangan ekonomi syariah saat ini ditekankan terutama untuk sektor riil. Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI) sebagai peta jalan pengembangan keuangan syariah mulai berjalan.
 
"Nanti akan dikawal oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Isinya bagaimana menjadikan sektor riil dari ekonomi syariah ini menjadi penggerak dari keuangannya," kata Bambang di Ruang Rapat Benny S Mulyana, Gedung Widjojo Nitisastro, Jakarta, Kamis, 3 Januari 2019 lalu.
 
Potensi ekonomi syariah dapat dilihat dari semakin meningkatnya pertumbuhan populasi muslim dunia yang diperkirakan akan mencapai 27,5 persen dari total populasi dunia pada 2030. Hal ini juga mengindikasikan peningkatan permintaan produk halal sebagai kebutuhan umat muslim dunia.
 
Saat ini perhatian terhadap ekonomi syariah telah terbukti dari berbagai pencapaian negara-negara lain, seperti pasar halal yang sudah ada di Tiongkok, India, Malaysia, dan Brasil. Keberhasilan negara tersebut merupakan bukti besarnya pasar industri halal di dunia.
 
Indonesia pun diyakini berpeluang menjadi pasar produk halal terbesar di dunia sekaligus menjadi produsen produk halal. Indonesia berada di posisi strategis bagi halal
superhighway linkdalam global halalsupply chain.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif