Ilustrasi penukaran uang. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi penukaran uang. (FOTO: dok MI)

BI Siapkan 2.900 Titik Penukaran Uang Jelang Lebaran

Ekonomi bank indonesia penukaran uang Ramadan 2019
Suci Sedya Utami • 10 Mei 2019 16:36
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyiapkan layanan penukaran uang menjelang Lebaran di 2.900 titik penukaran di seluruh wilayah NKRI, termasuk di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil) terhitung mulai 13 Mei hingga 1 Juni 2019.
 
Layanan tersebut merupakan sinergi BI dengan perbankan untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat selama periode Ramadan/Idulfitri 1440 H. Kegiatan tersebut dilakukan dengan membuka kegiatan kas keliling di titik keramaian, kantor perbankan dan instansi lain termasuk di jalur mudik.
 
"BI siap melayani kebutuhan masyarakat dan menyiapkan strategi pemenuhan uang rupiah melalui kebijakan distribusi uang dan layanan kas yang prima," kata Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Strategi tersebut dapat dilihat dari dua aspek yaitu strategi internal dan strategi eksternal. Dari sisi internal otoritas moneter berkomitmen untuk mengoptimalkan pengolahan uang di seluruh satker kas.
 
Selain itu menjaga ketersediaan kas secara nasional dan melakukan distribusi uang serta layanan kas di seluruh wilayah NKRI. Kemudian mengoptimalkan peran kas titipan dan kas keliling dalam melakukan distribusi uang. Serta memperkuat komunikasi yang efektif terkait kesiapan BI dalam menghadapi Ramadan/IdulFitri 1440 H.
 
Sedangkan dari sisi eksternal, BI melakukan langkah-langkah untuk memperluas titik penukaran melalui kerja sama perbankan di titik keramaian. Kemudian mengintensifkan kerja sama dengan penyedia jasa transportasi. BI juga mengimbau perbankan atau penyelenggara jasa pengelolaan uang rupiah (PJPUR) untuk mengoptimalkan pengolahan uang dan menjaga ketersediaan ATM dengan kualitas yang baik.
 
Adapun kebutuhan uang kartal pada periode Ramadan/Idulfitri tahun ini diprakirakan sebesar Rp217,1 triliun atau tumbuh 13,5 persen (yoy) dibandingkan periode tahun lalu. Kenaikan ini dalam rangka mengantisipasi kebutuhan pada libur panjang serta kenaikan gaji dan pembayaran tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai swasta. Kenaikan kebutuhan uang (outflow) pada periode tahun ini diprakirakan terjadi di seluruh satker kas dengan outflow tertinggi di daerah Jabodetabek sebesar Rp51,5 triliun.
 
BI mendorong masyarakat menukarkan uangnya di lokasi penukaran resmi untuk mencegah risiko uang palsu dan untuk menjaga kualitas uang. Masyarakat dihimbau agar selalu memperhatikan ciri keaslian rupiah dengan metode 3-D dilihat, diraba dan diterawang. Serta cara merawat rupiah dengan 5-J (jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, jangan dibasahi).
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif