Usut Manajemen Lion Air
Ilustrasi. (FOTO: MI/Sumaryanto)
Jakarta: Pembebastugasan Direktur Teknik Lion Air Muhammad Asif belum dianggap cukup untuk mengusut tuntas tragedi jatuhnya pesawat berlogo singa JT610 PK-LQP rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jabar, Senin, 29 Oktober 2018.

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi NasDem Sahat Silaban mengatakan pemerintah jangan hanya berhenti di pembebastugasan Muhammad Asif. Semua pihak terkait dalam tubuh Lion Air, kata dia, harus diaudit dengan maksimal.

"Tidak cukup hanya di situ (Muhammad Asif). Lion Air ini harus diaudit semuanya karena sudah sering juga ada masalah sebelumnya," ujar Sahat saat dihubungi, Rabu, 31 Ok.

Ia mengatakan pemerintah harus melihat dan mengkaji adanya potensi kelalaian manusia dalam kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 yang membawa 189 penumpang itu, mengingat pesawat tersebut masih sangat baru.

"Sebelumnya kan ada kendala ketika dari Denpasar. Apa itu kendalanya, itu harus didalami terus. Audit harus dilakukan juga pada semua sumber daya manusia Lion Air yang bersentuhan langsung dengan penerbangan," ujar Sahat.

Ia menegaskan semakin menjamurnya penerbangan berbiaya murah tanpa pengawasan ketat dikhawatirkan menjadi pemicu semakin menurunnya kualitas keselamatan penerbangan Indonesia. "Ini jadi momentum pembenahan," tukas Sahat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya meminta Direktur Teknik Lion Air Muhammad Asif untuk dibebastugaskan demi kepentingan pemeriksaan kecelakaan Lion Air JT610 oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kami akan minta untuk membebastugaskan direktur teknik untuk diganti dengan orang yang lain. Begitu juga perangkat-perangkat teknik lain yang waktu itu ikut merekomendasi penerbangan tersebut," kata Budi Karya di Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.

Keputusan itu diambil, imbuhnya, dalam rapat yang melibatkan seluruh direktur Kemenhub serta otoritas Bandara Soekarno-Hatta.

Sanksi Maskapai

Terkait dengan sanksi kepada maskapai, Menhub mengatakan belum memberikan sanksi kepada Lion Air. "Sanksi secara korporasi akan diberikan setelah ada hasil dari KNKT," tukasnya.

Secara terpisah, Corporate Communication Lion Air Group Danang Mandala mengatakan pihaknya akan melaksanakan keputusan Kemenhub untuk membebastugaskan Muhammad Asif sebagai direktur teknik. Sebagai pengganti Asif, Lion Air menunjuk Muhammad Rusli sebagai pelaksana tugas direktur teknik.

"Keputusan ini berlaku efektif per 31 Oktober 2018 hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata Danang dalam keterangan tertulis, kemarin.

Di lain pihak, Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Muhammad Ilyas mengatakan kapal riset (KR) Baruna Jaya I mendeteksi keberadaan sinyal kotak hitam dan badan pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, kemarin.

Senada, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan proses pencarian badan pesawat pada hari ketiga menemukan titik terang koordinat. Meski demikian, kata dia, Basarnas masih membutuhkan waktu untuk memastikan titik itu valid sebagai lokasi badan pesawat Lion Air. (Media Indonesia)

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id