Novita mulai terjun di bisnis pendidikan ini atas keinginannya sendiri yang ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman sebagai psikolog anak pada masyarakat. Dia ingin menyebarkan informasi bahwa pendidikan PAUD sangat penting bagi anak-anak.
"Tak banyak yang tahu hal krusial apa dalam tahap tumbuh kembang anak. Padahal, 70 persen karakter individu dibentuk pada usia 0 hingga 6 tahun dan guru berperan penting dalam pertumbuhan anak," kata Novita.
Pada usia 22 tahun, Novita yang saat itu tinggal di Singapura sudah punya seorang putra dan menyekolahkan anak sulungnya di Tumble Tots Singapura.
Berbekal naluri bisnis turunan Ayahnya, Novita tertarik memperkenalkan dan mengelola pendidikan yang lebih baik di Indonesia.
Pada 1993, dia membeli waralaba NTO International di Indonesia dengan uang yang berasal dari tabungan pribadinya dan tambahan dari orang tua dan suami.
Waralaba ini dia pilih karena teori ilmu psikologi anak yang dia dapat saat kuliah sangat berbeda dengan praktik mengurus, mendidik, dan membesarkan anak.
"Saya lebih suka sistem Inggris dibanding Amerika Serikat. Sebab, budaya lebih konservatif dan lebih dekat dengan budaya Indonesia yang lekat dengan tata krama. Meski demikian, penyesuaian tetap harus dilakukan," kata dia.
Berkat pembelian waralaba ini, Novita tak perlu mempelajari bisnis membuka dan mengelola PAUD dari awal. Dua tahun berlalu, empat cabang lain pun dibuka.
Novita ingat, pada masa awal menjalankan bisnis, biaya operasional memang mahal. Maka, untuk menekan biaya operasional, Novita melakukan pekerjaan seperti mengelap kaca, membersihkan ruang kelas, membagi brosur di tempat umum sendiri. Izin mendirikan usaha juga dia urus sendiri. (Bersambung bagian dua)
Sumber: Smartmoney
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News