NEWSTICKER
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/Susanto
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/Susanto

Sri Mulyani Usul Kantong Plastik Berbayar Jadi Rp500/Lembar

Ekonomi sri mulyani Cukai Plastik
Eko Nordiansyah • 19 Februari 2020 12:43
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan pengenaan cukai untuk kantong plastik sebesar Rp30 ribu per kilogram (kg) atau Rp200 per lembar. Pengenaan cukai ini akan membuat harga kantong plastik yang seharga Rp450 menjadi Rp500 per lembar.
 
"Kantong plastik diusulkan dikenakan tarif cukai spesifik dengan besaran tarif cukai sebesar Rp30 ribu per kg. Demikian harga kantong plastik setelah kena cukai Rp450 sampai Rp500 per lembar," kata Ani sapaannya dalam rapat di Komisi XI, DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Ia menjelaskan pengenaan cukai ini dapat menurunkan konsumsi kantong plastik di Indonesia hingga 50 persen. Merujuk data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) maka konsumsi kantong plastik bisa turun dari 107 juta kilogram per tahun menjadi 53 juta kg per tahun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti kita hitung dampak inflasi 0,045 persen, apabila disetujui Komisi XI dengan konsumsi kantong plastik 53 juta kg per tahun, maka potensi penerimaannya Rp1,605 triliun," jelas dia.
 
Ani menambahkan 22 daerah/kota sudah mengeluarkan larangan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan. Namun dalam pelaksanaannya menjadi sulit, apalagi terdapat pungutan non-APBN sebesar Rp200 per lembar yang masih berlaku.
 
"Tapi fakta di lapangan sulit dalam penegakan hukumnya. Cara lain adanya pungutan terhadap kantong plastik tapi ada ketidakpastian hukum dalam ketidakseragaman pungutan dan ketidakjelasan pertanggungjawabannya," ungkap dia.
 
Adapun pengendalian kantong plastik bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang ada di darat, sungai, maupun laut. Sementara Indonesia tercatat sebagai negara yang paling sedikit mengenakan cukai.
 
"Indonesia merupakan negara yang paling sedikit mengenakan cukai, hanya tiga yaitu hasil tembakau, minuman keras, dan etil alkohol. Cukai adalah salah satu instrumen untuk mengendalikan konsumsi plastik di negara kita," pungkasnya.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif