NEWSTICKER
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Foto : Medcom.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Foto : Medcom.

Jiwasraya Berpotensi Dilikuidasi

Ekonomi Jiwasraya
Annisa ayu artanti • 06 Februari 2020 21:45
Jakarta: PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berpotensi menjadi salah satu perusahaan BUMN yang akan dilikuidasi. Pasalnya, Kementerian BUMN berencana akan merampingkan jumlah perusahaan-perusahaan yang saat ini jumlahnya mencapai ratusan agar menjadi lebih efisien.
 
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan saat ini pihaknya tengah mengklasifikasi perusahaan-perusahaan BUMN berdasarkan fungsinya, yaitu menjalankan tugas mencari keuntungan atau komersil, menjalankan tugas sebagai pelayanan publik atau public service obligation (PSO) dan menjalankan fungsi keduanya.
 
"Kita itu lagi mengklasifikasi," kata Arya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Arya melanjutkan Kementerian BUMN juga akan menyisir perusahaan-perusahaan yang tidak menjalankan kedua fungsi tersebut dan perusahaan mana yang tidak memiliki prospek bisnis yang bagus serta terus menerus mengalami kerugian. Perusahaan-perusahaan yang masuk kategori itu, katanya berpotensi akan dilikuidasi atau digabungkan (merger) dengan yang lain.
 
"Ini akan tidak dipertimbangkan. Apakah akan dilikuidasi atau digabungkan sama yang lain," ucapnya.
 
Namun sayangnya, dia belum mau menyebut perusahaan mana yang sudah masuk kategori perusahaan yang akan dilikuidasi atau merger tersebut.
 
Arya hanya menuturkan, untuk melikuidasi perusahaan banyak hal yang menjadi pertimbangan Kementerian BUMN. Adapun, ciri-ciri perusahaan yang berpotensi dilikuidasi menurutnya adalah perusahaan yang dinilai tidak memiliki prospek binsis yang bagus dan hanya menjadi beban BUMN, serta perusahaan yang memiliki kondisi keuangannya buruk atau sakit-sakitan.
 
"Lihat saja dari prospek bisnisnya. Apakah masih punya prospek, (lihat) dari kerugian yang terjadi. Itu yang akan terlihat. Kalau tidak punya prospek kenapa diteruskan," ujarnya.
 
Menilik ciri-ciri itu, saat ditanya apakah Asuransi Jiwasraya masuk dalam ciri perusahaan yang tidak memiliki prospek dan berpotensi dilikuidasi Arya tak menjawab pasti, Kementerian BUMN masih menimbang nasib Jiwasraya.
 
"Kita lihat saja nanti (Jiwasraya apakah dilikuidasi atau tidak)," pungkas dia.
 
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sudah mengatakan segera melakukan likuidasi dan merger perusahaan-perusahaan BUMN yang tidak memiliki value creation.
 
"Kami sedang proses mengurangi jumlah BUMN dari 140 ke 100 perusahaan. Kami akan merger mereka," kata Kartika.
 
Kartika menjelaskan rencana ini sudah disepakati Menteri BUMN Erick Thohir. Kementerian BUMN akan melakukan likuidasi dan merger beberapa perusahaan yang tidak memiliki value creation yang kuat dan tidak memiliki fungsi sosial, seperti PT Iglas (Persero) dan PT Kertas Leces (Persero).
 
"Siapa yang enggak punya value creation yang kuat. Kami akan lakukan proses likuidasi dan merger," ujar Kartika saat itu.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif