Pelaku UMKM di bidang kuliner dinilai sangat potensial untuk sampai pada level unicorn. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
Pelaku UMKM di bidang kuliner dinilai sangat potensial untuk sampai pada level unicorn. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

UMKM Kuliner Potensial Diakselerasi hingga Level Unicorn

Ekonomi umkm Unicorn
Ilham wibowo • 24 Februari 2020 14:47
Jakarta: Pelaku usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner dinilai sangat potensial untuk sampai pada level unicorn. Syaratnya, mereka harus memanfaatkan perkembangan teknologi digital, serta diakselerasi melalui pengembangan bisnis oleh mentor kelas dunia, dan difasilitasi untuk mendapatkan permodalan.
 
Hal itu yang dilakukan Gojek melalui Gofood dalam mendorong pertumbuhan startup food & baverages, bersama Digitaraya dan para pakar di industri kuliner. Program Digitarasa kemudian dirancang untuk meningkatkan percepatan skala bisnis startup kuliner anak bangsa yang berdaya saing tinggi.
 
Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan selama lima tahun pihaknya telah menjadi mitra UMKM kuliner dan memahami tantangan yang dihadapi para merchant untuk mengembangkan usaha, termasuk dalam hal manajemen bisnis, pemasaran, dan permodalan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan inovasi teknologi berkelanjutan, kata dia, kebutuhan para mitra merchant dari hulu ke hilir telah terhubung.
 
"Setelah sukses dengan Gojek Xcelerate, kali ini kami kembali berkolaborasi melalui Digitarasa untuk membantu percepatan pertumbuhan bisnis para startup kuliner lokal," kata Catherine di Menara Digitaraya Jalan Raden Saleh Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 24 Februari 2020.
 
Sementara itu, Managing Director Digitaraya, Nicole Yap mengatakan pihaknya melihat potensi yang cukup besar di bidang industri kuliner. Data Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik menunjukkan kontribusi sektor kuliner terhadap unit usaha ekonomi kreatif telah mencapai 41,69 persen, tertinggi satu di antara 15 subsektor lainnya.
 
"Dari sisi perusahaan modal ventura, mereka juga semakin melirik potensi sektor industri ini, termasuk juga bisnis F&B tradisional yang memiliki potensi tinggi untuk berkembang. Hal ini yang menginspirasi kami untuk mengembangkan wadah pengembangan bisnis dimana para pelaku bisnis kuliner bisa mendapatkan insight langsung dari para partner yang telah sukses mengembangkan sektor industri kuliner lewat berbagai inovasi teknologi," ungkapnya.
 
Berbeda dari perusahaan akselerator bisnis lainnya, Digitarasa dirancang untuk mengembangkan kurikulum pembelajaran bisnis kuliner yang end-to-end. Peserta akan belajar mengenai banyak hal terkait pengembangan bisnis F&B seperti manajemen operasional, branding dan marketing, pengembangan produk, riset pasar dan lainnya.
 
Selain mentoring, seluruh peserta juga mendapat kesempatan untuk networking dengan berbagai pemain besar di industri F&B. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah di sektor wisata gastronomi yang ditargetkan akan berkontribusi sebesar 60 persen pada produk domestik bruto (PDB) pada 2030.
 
CEO Digitarasa Arnold Poernomo menyembahkan bahwa dirinya memahami seluk beluk dunia kuliner dan tantangan bagi para pengusaha F&B lokal. Keragaman dan kekayaan budaya dengan citarasa yang berlimpah di Indonesia merupakan potensi citarasa kuliner Indonesia untuk bersaing dengan kuliner asing sangat besar.
 
"Dengan bimbingan dan pembinaan Digitarasa, kami percaya akan banyak bisnis F&B lokal berkualitas yang dapat berkembang dan bersaing secara nasional dan internasional," imbuh chef profesional ini.
 
Pada gelombang pertama, kata dia, Digitarasa mencari sebanyak-banyaknya pengusaha kuliner terbaik dari seluruh Indonesia. Mereka yang lolos seleksi awal, sesi wawancara dalam format speed dating, dan tahap wawancara akhir dengan dewan panel, berhak mengikuti bootcamp di Jakarta dan belajar langsung dari mentor-mentor kelas dunia.
 
Tahun ini, Digitarasa akan menjalankan empat batch dengan rangkaian program serupa dengan menargetkan sebanyak-banyaknya peserta startup kuliner lokal
terpilih.
 
Nantinya, puluhan startup kuliner terbaik akan mendapatkan akses ke permodalan usaha dan bergabung secara eksklusif di ekosistem Gojek. Digitarasa akan mengunjungi Medan, Surabaya dan
Makassar untuk memperkenalkan program ini kepada para pelaku bisnis kuliner dan membuka kesempatan bagi puluhan startup terpilih di masing-masing kota, untuk mengikuti seleksi langsung dalam format speed dating.
 
Pada kesempatan yang sama, CEO & Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata menceritakan pengalamannya selama mengembangkan bisnis. Lima tahun berkecimpung di industri kuliner ia menyadari pemanfaatan teknologi dapat terus dioptimalkan dalam mengembangkan bisnis, terutama dalam meningkatkan pelayanan dan pengalaman pelanggan.
 
"Inovasi dan networking juga menjadi salah satu hal esensial dalam memastikan keberlanjutan bisnis kuliner. Saya berharap dapat berbagi pengalaman dan pemahaman ini kepada calon peserta nantinya," ungkapnya.
 
Program Digitarasa dibuka bagi pelaku bisnis kuliner dengan produk siap jual untuk dipasarkan ke masyarakat, dengan usaha yang dibangun dan dimiliki sendiri atau bukan franchise. Pelaku bisnis kuliner bisa mendaftar secara online lewat website dan media sosial resmi sampai dengan 6 Maret 2020.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif