Tower ATC Bandara Ngurah Rai Dilengkapi Alat Pendeteksi Debu Vulkanik

Dian Ihsan Siregar 22 November 2018 20:06 WIB
airnav
Tower ATC Bandara Ngurah Rai Dilengkapi Alat Pendeteksi Debu Vulkanik
Airnav. Medcom/Dian Ihsan Siregar.
Denpasar: Airnav Indonesia telah membangun tower Air Traffic Controler (ATC) baru di Bandara Internasional Ngurah Rai. Tower itu terletak di selatan runway bandara untuk menggantikan tower lama yang telah berdiri sejak 1991.

Menurut General Manager Airnav Indonesia cabang Denpasar Rosedi, tower baru ini memiliki kelebihan dalam mendeteksi abu vulkanik atau Light Detection and Ranging (LIDAR) yang datang dari gunung merapi sejauh 20 kilometer (km). Pemasangan alat pendeteksi itu merupakan hasil kerja sama dengan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Sekarang sudah bisa (mendeteksi abu vulkanik), sebelumnya tidak bisa. Dengan ketinggian berapa kita sudah tahu," ucap Rosedi di kantor Airnav Indonesia cabang Denpasar‎, Bali, Kamis, 22 November 2018.

Tak hanya LIDAR, dia mengaku, ada pula alat wind profiler yang mampu mendeteksi potensi angin kencang. Sehingga bisa mencegah bahaya yang datang.

"Ada juga Automated Weather Observing System (AWOS) dan radar client untuk meningkatkan akurasi informasi data cuaca," jelas dia.

Tower ATC baru ini, sambung dia, juga dilengkapi oleh peralatan canggih lainnya, seperti alat menyalakan listrik dan lampu bandara (runway) yang berteknologi layar sentuh (touchscreen).

"Secara menyeluruh, semua bagian dari tower ATC baru ini telah beroperasi sejak 1 September 2018. Tower ini sangat memberi manfaat pada saat penyelenggaraan annual meeting IMF dan World Bank pada Oktober lalu," sebut dia.

Rosedi sebelumnya mengatakan perusahaan menggelontorkan dana Rp40 miliar untuk membangun tower ATC baru di Bandara Ngurah Rai. Pembangunan demi mengganti tower lama yang sudah tidak berfungsi secara maksimal dan jangkauannya telah tertutup oleh terminal baru Bandara Internasional Ngurah Rai.

‎"Kini telah beroperasi tower baru yang sampai delapan lantai. Tower itu menggantikan tower lama yang telah dibangun pada 1991. Tower itu ‎harus bisa melihat 360 derajat. Tower baru ini bisa 360 derajat, kalau tower lama sudah tidak bisa, karena terhalang dengan terminal baru yang ada di Ngurah Rai," ungkap Rosedi.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id