Pegadaian Kembangkan Unit Bisnis Syariah
Pegadaian. Dok: Metrotv.
Jakarta: PT Pegadaian (Persero) akan mengembangkan bisnis syariah pada tahun ini. Perkembangan bisnis ini untuk memberikan pinjaman kepada konsumen dengan jaminan surat rumah atau tanah yang memiliki nilai ekonomis yang sesuai untuk pinjaman.

"Selama ini hukum gadai kan memberikan ketentuan untuk pinjaman ke barang bergerak sedangkan kita akan masuk ke syariah untuk berikan pinjaman dengan jaminan rumah atau tanah (barang tak bergerak)," kata Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ninis Kesuma Adriani, saat berkunjung ke Media Group, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.

Jaminan ini berbeda dengan sistem perbankan. Dalam sistem ini pegadaian akan memberikan pinjaman sesuai dengan nilai ekonomis dari aset yang menghasilkan keuntungan. Misalnya seperti aset tanah yang digunakan untuk kontrakan atau untuk kegiatan usaha seperti warung.

"Berbeda dengan bank yang menilai dari cash flow sebelum aset (sebagai jaminan), kita ukur dari asetnya, akan menghasilkan berapa dan bisa dapat pinjaman berapa," kata dia.

Pembukaan bisnis syariah itu akan menyasar para pelaku usaha. Nantinya rating kredit dari biro kredit Pefindo akan menjadi patokan pegadaian dalam memberikan kredit ke UMKM yang berniat meminjam uang dari Pegadaian.
 
"Kita ambil data pefindo biro kredit untuk minimalisir risiko kita pakai asuransi kredit," kata dia.

PT Pegadaian memang terus melakukan perluasan bisnis. Dari awal tahun PT Pegadaian sudah melakukan pinjaman multiguna untuk konsumen dengan jaminan BBKP tanpa harus menyerahkan motor ke Pegadaian. Segmen yang berusaha membidik tukang ojek atau karyawan kantoran.

Selain itu perseroan juga sudah berusaha menggandeng milenial dengan membuat kedai kopi di kantor pegadaian. Sampai saat ini sudah ada 16 kedai kopi didirikan perusahaan sementara targetnya adalah 29 sampai dengan 33 toko sampai dengan tahun lalu. Ini merupakan salah satu strategi untuk menggaet generasi milenial.

"Sudah ada di Jakarta kebayoran kantor pusat, kramat, brogor, makasar dan jogja ada dua solo ada dan sudah ada 16 toko targetnya ada 29 toko," kata dia.

Pegadaian juga akan mulai memasarkan produk secara digital melalui fintech. Pegadaian berencana bermitra dengan Fintech. Dia masih enggan menjelaskan fintech yang akan dibidik kerja sama.  Cara ini diaykini sebagai salah satu cara untuk memberikan kemudahan bagi konsumen. Rencananya kerja sama ini akan ditargetkan pada tahun ini.

"Gandeng fintech yang sudah ada nanti kami dapat fee-nya, kami kan punya basis konsumen yang banyak," kata dia.

Adapun dari target tahun ini sebesar Rp42 triliun, Pegadaian sudah meraih dana sebesaar Rp39 triliun sampai dengan saat ini. Dia yakin target in akan tercapai sampai dengan akhir tahun. Dari capaian ini NPL Pegadaian mencapai 1,8 dengan Net NPL mencapai 0,2 persen.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id