Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: dok Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: dok Kemenperin)

Produk Farmasi Berpotensi Ekspor Tapi Terkendala Bahan Baku

Ekonomi industri farmasi bayer indonesia Bahan Baku Obat
Eko Nordiansyah • 27 Maret 2019 14:17
Jakarta: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai industri farmasi memiliki potensi yang cukup baik untuk diekspor ke luar negeri. Sayangnya pengembangan industri farmasi terkendala oleh pemenuhan bahan baku produksi yang masih impor.
 
Airlangga menyebutkan hampir 90 persen bahan baku untuk industri farmasi masih dipenuhi dari impor. Hal ini menyebabkan neraca ekspor-impor industri farmasi masih menunjukkan defisit walaupun ekspor di 2018 meningkat jadi USD1,13 miliar.
 
"Saat ini kita masih mengimpor sebesar USD4 miliar dalam bahan baku obat dan sekitar USD800 juta dalam bentuk obat jadi," kata dia usai melepas ekspor ke-3.000 di Pabrik Bayer Cimanggis, Jalan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu, 27 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini industri farmasi di dalam negeri tercatat sebanyak 206 perusahaan. Dari jumlah tersebut didominasi oleh 178 perusahaan swasta nasional, serta diikuti sebanyak 24 perusahaan Multi National Company (MNC) dan empat perusahaan BUMN.
 
Untuk itu, pemerintah membuka peluang bagi investor di Indonesia. Terlebih dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, industri farmasi dan bahan farmasi merupakan salah satu industri andalan untuk penggerak utama perekonomian di masa depan.
 
"Industri farmasi kita memang impornya masih tinggi, baik bahan bakunya kemudian juga dalam bentuk barang jadi. Dengan demikian kita akan dorong industri ini untuk ekspansi atau investasi baru," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, peluang untuk industri farmasi menjadi unggulan ekspor cukup terbuka. Apalagi saat ini memasuki era industri 4.0 yang merupakan era transformasi digital, akan menciptakan nilai tambah baru pada industri farmasi.
 
Menurut dia, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan digital mulai dari proses produksi dan distribusi memberikan peluang baru serta meningkatkan daya saing industri farmasi. Terlebih pasar ekspor untuk industri farmasi juga terbilang luas.
 
"Ini diharapkan dapat mendorong industri farmasi untuk mengembangkan pasar ekspor, khususnya pasar ekspor non-tradisional seperti Amerika Latin, Eropa Timur, Rusia hingga Afrika," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif