Corporate Director KARIM Consulting Indonesia Muhammad Yusuf Helmy. Medcom/Angga B.
Corporate Director KARIM Consulting Indonesia Muhammad Yusuf Helmy. Medcom/Angga B.

Asuransi Syariah Jadi Kebaikan untuk Saling Membantu

Ekonomi asuransi syariah
Angga Bratadharma • 14 Mei 2019 21:27
Jakarta: Corporate Director KARIM Consulting Indonesia Muhammad Yusuf Helmy mengungkapkan dasar asuransi syariah adalah sebuah kebaikan yakni saling bantu membantu di antara sesama. Dengan dasar yang baik itu tentunya diharapkan industri asuransi syariah di Indonesia bisa terus tumbuh secara maksimal di masa-masa yang akan datang.
 
"Para ulama sebenarnya sepakat bahwa asuransi syariah adalah sebuah kebaikan karena saling bantu membantu. Memang yang jadi perdebatannya adalah bagaimana caranya," kata Yusuf, di Prudential Tower, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Misalnya, ia memberi contoh, ada seseorang yang terkena musibah maka tetangga terdekat akan melakukan pengajian. Biasanya saat itu tidak hanya semata-mata pengajian tapi ada pemberian uang santunan untuk meringankan orang yang terkena musibah tersebut. Skema seperti itu yang hampir sama dengan model bisnis di industri asuransi syariah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kalau visi dan misinya sama maka kita bisa sama-sama mengantisipasi risiko. Caranya bisa sama-sama atau sendiri-sendiri. Dua-duanya boleh. Pertanyaannya kan mana yang lebih memudahkan," tuturnya.
 
Jika dipermudah perusahaan asuransi syariah mengumpulkan dana peserta dan nantinya dikelola secara prinsip syariah. Dana tersebut atau premi yang dikumpulkan 100 persen bukan milik perusahaan asuransi syariah tapi hanya sebagian. Adapun sebagian tersebut disebut fee karena perusahaan asuransi syariah menjadi administrator bagi para peserta.
 
"Jadi kalau di konvensional bayar Rp100 maka yang didapat perusahaan Rp100. Kalau asuransi syariah tidak. Mungkin dari Rp100 itu 30 persennya milik perusahaan. Sisanya itu milik peserta. Jadi kalau sisanya itu dilempar ke investasi maka jadi milik peserta. Sama juga kalau rugi ya milik peserta," tuturnya.
 
Lebih lanjut, ia menambahkan, premi yang dikumpulkan perusahaan asuransi syariah kalau penempatannya unit link maka sebagian dana yang diinvestasikan harus ditempatkan ke syariah. Misalnya ke sukuk, saham berefek syariah, hingga deposito di perbankan syariah di Indonesia.
 
" Kalau syariah ya ke saham syariah, obligasi syariah, hingga deposito di perbankan syariah," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif