PT Surveyor Indonesia (Persero) memantapkan diri menjadi perusahaan Independent Assurance National yang diakui dunia (Foto:Dok)
PT Surveyor Indonesia (Persero) memantapkan diri menjadi perusahaan Independent Assurance National yang diakui dunia (Foto:Dok)

HUT ke-27, PT Surveyor Indonesia Mantap Jadi Perusahaan yang Diakui Dunia

M Studio • 01 September 2018 21:02
Jakarta: Bertepatan dengan ulang tahun ke-27, PT Surveyor Indonesia (Persero) (PTSI) memantapkan diri menjadi perusahaan Independent Assurance Nasional yang diakui dunia. 
 
Peningkatan kinerja perusahaan dimulai dengan restrukturisasi organisasi. Pada 28 Juni 2018, bertempat di Kementerian BUMN, pemegang saham menetapkan jajaran Direksi Baru PTSI sebagai berikut, yaitu Dian M Noer sebagai Direktur Utama, Tri Widodo sebagai Direktur Komersial 1, Darwin Abas sebagai Direktur Komersial 2, serta Rosmanidar Zulkifli selaku Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis.
 
Formasi baru ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target perusahaan tahun 2018 dengan revenue Rp1,2 triliun atau tumbuh 21 persen dari prognosa tahun 2017. Target tersebut merupakan target tertinggi untuk PTSI  sampai saat ini dengan laba sebelum pajak Rp168 miliar.  

Dengan Tagline Transform to Achieve, PTSI mantap mencapai target RKAP 2018. Pertumbuhan kinerja perusahaan dilakukan dengan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pasar, peningkatan kompetensi perusahaan (SDM, perizinan, alat operasi, sistem), dan membangun aliansi strategis. Untuk percepatan proses bisnis, PTSI menetapkan SLA di proses bisnis dan pengembangan otomasi proses bisnis. 
 
"Kami menciptakan lingkungan kerja yang menumbuhkan kemampuan berinovasi," ujar Dian M Noer, dalam keterangan tertulis. 
 
Pengembangan kegiatan perusahaan ditujukan untuk meningkatkan nilai-nilai perusahaan. PTSI juga melakukan perbaikan sistem manajemen SDM dan pengembangan program talent management, serta penciptaan budaya learning organization.
 
Beberapa proyek strategis yang telah dikerjakan antara lain dalam sektor Migas, PTSI mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur Migas dan Sistem pembangkit, menjadi Independent Assurance dalam transaksi Government to Bussiness (G to B) dan Bussiness to Business (B to B) serta fasilitas produksi energy primer. 
 
Dalam Sektor Penguatan Institusi dan Kelembagaan, PTSI melakukan pemastian transaksi perdagangan ekspor/impor barang sesuai dengan regulasi pemerintah. PTSI juga memastikan implementasi kebijakan tentang pengelolaan lingkungan hidup dan K3 dan menjadi konsultan  dalam menunjang program kegiatan pemerintah.
 
Dalam bidang sektor Mineral batubara, PTSI melakukan diversifikasi jasa Quantity dan Quality  Mineral dan  Batubara dalam rangka Pengawasan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), mengembangan jasa survey explorasi tambang mineral dan batubara  dan jasa survey Geoteknik dan Geofisik (G&G) dalam rangka Pengawasan produksi tambang. 
 
Sementara itu, dalam sektor Infrastrustur PTSI mengembangkan jasa konsultansi perencanaan dan pengawasan proyek bandara, pelabuhan, jalan dan kereta api, dan pengembangan pasar melalui diversifikasi produk TKDN.
 
Catatan Kinerja 2018
 
Sampai dengan Juni 2018, PTSI mencapai pendapatan sebesar Rp505 miliar dengan laba sebelum pajak Rp156 miliar. Pendapatan tersebut terutama merupakan kontribusi dari sektor Migas dan Sistem Pembangkit serta sektor Minba.
 
Dalam menghadapi tantangan global, pada usianya yang ke-27, PTSI  telah berhasil menggandeng perusahaan global multinasional seperti Systra ( Transportation)  Siemens ( Operation and maintainance ), Airport  D France untuk support kegiatan operasional PTSI baik di dalam maupun  luar negeri. PTSI juga telah merambah ke pasar Asean yaitu dengan masuk ke Vietnam untuk  kerjasama dengan Hang Long Cement anak perusahaan Semen Indonesia yang merupakan holding BUMN untuk semen.
 
Sinergi BUMN terus dibangun dan bertambah, menghasilkan kontrak-kontrak baru, hal ini menunjukkan bahwa PTSI semakin dipercaya. Sinergi yang telah terjalin dengan  banyak BUMN. PTSI juga mulai mengembangkan bisnis anorganik dalam penyediaan ketenagalistrikan bekerja sama dengan BUMN besar dari korea (Kowepo). Diharapkan ke depan akan terus berkembang sejalan dengan bisnis PTSI.
 
Dalam menghadapi persaingan usaha, PTSI melakukan inovasi-inovasi terutama dalam menyajikan pelayanan dan solusi total bagi para pengguna jasa. "Kami telah menyelesaikan perbaikan proses bisnis internal dengan otomasi sistem melalui pemanfaatan teknologi informasi,” ujar Dian M Noer.
 
Melihat kinerja Surveyor Indonesia selama ini yang mengalami pertumbuhan kinerja keuangan yang cukup baik, menunjukkan bahwa PT Surveyor Indonesia (Persero) merupakan BUMN yang sehat, strategis, dan dinamis. Diharapkan, dengan kondisi tersebut, PT Surveyor Indonesia (Persero) dapat memantapkan diri sebagai perusahaan independent assurance nasional yang diakui dunia dalam memberikan solusi menyeluruh kepada pelanggan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan