Ilustrasi. Pemerintah mengawal pasokan cabai dan bawang demi menjaga harga menjelang Lebaran. Foto: MI/Amir MR.
Ilustrasi. Pemerintah mengawal pasokan cabai dan bawang demi menjaga harga menjelang Lebaran. Foto: MI/Amir MR.

Kementan Kawal Pasokan Bawang dan Cabai Jelang Lebaran

Ekonomi harga cabai kementerian pertanian harga bawang
Nia Deviyana • 03 Juni 2019 13:07
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pemantauan terhadap pasokan aneka cabai dan bawang merah menjelang Lebaran. Secara khusus pemantauan dilakukan untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sebagai antisipasi lonjakan harga yang tidak wajar, terutama beberapa hari menjelang dan sesudah Lebaran.
 
Secara umum pasokan bawang dan cabai tersedia, namun pemerintah mewaspadai potensi lonjakan harga akibat kendala distribusi dan transportasi. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan Moh Ismail Wahab menyatakan pihaknya telah memetakan pasokan cabai ke pasar DKI Jakarta dan sekitarnya pada H-5, hari-H, hingga H+5 dari berbagai daerah sentra pemasok.
 
"Setiap hari idealnya pasokan cabai rawit masuk Jakarta dan sekitarnya sebanyak 90-110 ton per hari, untuk cabai besar antara 80-90 ton per hari, dan untuk bawang merah butuh 90-112 ton per hari. Barometernya bisa dilihat dari tiga pasar induk, yaitu Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Induk Cibitung, dan Pasar Induk Tanah Tinggi," jelas Ismail melalui keterangan resminya, Senin, 3 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ismail menuturkan kebutuhan cabai rawit pasar DKI Jakarta dan sekitarnya dipasok dari sentra Kediri, Blitar, Cianjur, Garut, Tuban, Bandung, dan Sumedang. Tiap hari rata-rata masuk 120 ton cabai rawit ke pasar DKI Jakarta dan sekitarnya, sehingga harga masih aman dan terkendali.
 
Untuk cabai besar dipasok dari Cianjur, Sumedang, Majalengka, Kulonprogo, Tasikmalaya, dan Bandung dengan pasokan rerata 85-93 ton per hari.Sementara untuk kebutuhan bawang merah se-Jabodetabek dipasok dari sentra besar Brebes, Cirebon, Majalengka, Pati, Demak, Kendal, Pemalang, Tegal, hingga Nganjuk, dengan rata-rata pasokan mencapai 220-240 ton per hari.
 
"Kami perkirakan untuk cabai dan bawang merah aman stabil, kami mengawal ketat pasokannya. Tentu kami melibatkan berbagai pihak untuk pengamanan pasokan dan harga cabai dan bawang merah ini," kata Ismail.
 
Melalui Posko Cabai dan Bawang Merah Ditjen Hortikultura, Ismail menegaskan pihaknya terus mencatat harga harian komoditas ini di tingkat petani dan pasar lokal di seluruh Indonesia, serta harga di pasar induk, dan retail DKI Jakarta. "Pemantauan bahkan tetap dilakukan saat hari raya Idulfitri untuk berjaga-jaga sekaligus sebagai sistem peringatan dini," jelas Ismail.
 
Lebih lanjut, dia menambahkan apabila pada saat Lebaran pasokan tidak banyak atau separuhnya dari hari-hari biasa, hal itu tergolong wajar karena permintaan pasar berkurang drastis. "Pedagang maupun konsumen fokus merayakan Lebaran di lingkungannya masing-masing. Sedikit sekali yang ke pasar. Pasokan dari sentra tentunya menyesuaikan," pungkasnya.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif