Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani. Foto : MI/Ramdani.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani. Foto : MI/Ramdani.

Kenaikan UMP Bisa Bikin Investor Kabur

Ekonomi upah kadin
Desi Angriani • 05 November 2019 20:31
Jakarta: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani menilai kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2020 sebesar 8,51 persen bisa bikin investor kabur ke luar negeri.
 
"Nah kalau pindahnya ke negara lain itu kan jadi nonproduktif kenaikan UMR ini," ujarnya ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa, 5 November 2019.
 
Menurutnya, kenaikan UMP di provinsi dengan upah yang sudah tinggi bakal memberatkan industri. Potensi relokasi bakal terjadi ke daerah dengan UMP rendah seperti Jawa Tengah. Bahkan industri bisa pindah ke luar negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satunya ke Jawa Tengah yang masih rendah. Kalau pindahnya secara bertahap, mending pindahnya masih di Indonesia," ungkap dia.
 
Karena itu, kenaikan UMP tersebut harus dibarengi dengan investasi agar tidak memberatkan pengusaha. Rosan pun mengusulkan kenaikan upah berlaku pada wilayah dengan UMP rendah.
 
"Jadi memang harus cari keselarasan. Mungkin kenaikan untuk setiap daerah itu tidak sama dulu. Itu usulan kami memang," pungkas Rosan.
 
Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03 persen. Ketetapan UMP 2019 tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan Nomor B.240/M.NAKER/PHI9SK-UPAH/X/2018 tertanggal 15 Oktober 2018.
 
Besaran kenaikan upah minimum sebesar 8,03 persen tersebut mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, di mana formulasi penghitungan didasarkan pada UMP tahun berjalan dikalikan dengan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif