Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Usai Libur Lebaran, Kementan Evaluasi Harga Bawang Merah

Ekonomi harga bawang merah kementerian pertanian
Nia Deviyana • 11 Juni 2019 19:08
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengevaluasi kembali pola pergerakan pasokan dan harga sayuran, termasuk bawang merah pasca-libur Lebaran.
 
"Waktu satu minggu biasanya menjadi titik kritis yang justru perlu diwaspadai. Jangan sampai ada celah fluktuasi yang tajam pasokan dan harga. Kementerian Pertanian mengawal ketat pasokan dan harga harian," tutur Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Moh Ismail Wahab melalui keterangan resminya, Selasa, 11 Juni 2019.
 
Ismail menambahkan pihaknya justru mewaspadai tren penurunan harga bawang merah agar jangan sampai merugikan petani. Sebab, kata dia, Juli nanti akan ada panen raya di Brebes dan sepanjang Pantura Jawa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan sampai harga terlalu jatuh. Sekarang ini saja sebenarnya harga di tingkat petani masih murah, hanya Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram (kg), bahkan ada yang di bawah Rp15 ribu per kilogramnya," papar dia.
 
Ismail menuturkan harga bawang merah sempat naik pada hari H hingga H+3 Lebaran. Penyebabnya karena banyak pedagang masih mudik di kampung halaman, sehingga aktivitas pasar menjadi sepi.
 
Pasokan terakhir masuk pasar rata-rata H-2 Lebaran akibat pembatasan ekspedisi. Pasokan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati yang biasanya di atas 90 ton per hari, berkurang drastis hanya menjadi 20-30 ton pada libur Lebaran.
 
Namun memasuki H+5 Lebaran pasokan bawang merah kembali normal, yang diikuti dengan turunnya harga. Harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati langsung turun Rp5 ribu per kilogram dalam waktu sehari dan terus menurun ke level normal yaitu Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram untuk kualitas super.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif