RonaShare on WhatsappShare on LineShare on TwitterShare on Facebook sampah Studi: Produksi Oksigen Berkurang Akibat Sampah Plastik Dhaifurrakhman Abas - 29 Juni 2019 18:08 WIB Studi: Produksi Oksigen Berkurang Akibat Sampah Plastik Ilustrasi--Tumpukan sam
RonaShare on WhatsappShare on LineShare on TwitterShare on Facebook sampah Studi: Produksi Oksigen Berkurang Akibat Sampah Plastik Dhaifurrakhman Abas - 29 Juni 2019 18:08 WIB Studi: Produksi Oksigen Berkurang Akibat Sampah Plastik Ilustrasi--Tumpukan sam

Semua K/L Dimintai Kontribusi Atasi Sampah Laut

Ekonomi kemenko maritim
Eko Nordiansyah • 12 Desember 2019 18:57
Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi meminta seluruh kementerian/lembaga (K/L) untuk bersama-sama menangani masalah sampah di laut. Setiap K/L juga diharuskan mengambil langkah konkret untuk membantu mengatasi masalah sampah laut, khususnya sampah plastik.
 
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyebutkan pemerintah juga bekerja sama dengan stakeholder dari luar negeri untuk menyelesaikan persoalan sampah ini. Upaya bersama yang dilakukan pemerintah diharapkan bisa membantu penanggulangan sampah di laut.
 
"Harus ada action besar kecilnya itu harus diakukan. Ini langkah besar dan terobosan bagaimana kita menanggulangi sampah di laut. Semua kementerian mendukung bahu membahu," kata dia ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menceritakan, KKP memiliki tugas untuk menyelesaikan persoalan sampah di Labuan Bajo. Edhy menambahkan, setiap harinya ada sekitar delapan sampai dengan 12 ton sampah yang ada di Labuan Bajo, yang perlu penangganan khusus dari pemerintah.
 
"Ini menumpuk di tempat pembuangan akhir. Kita pikirkan apa harus dihancurkan atau didaur ulang. Ini teknis sedang dibahas detail karena ini butuh waktu. Anggarannya kami siapkan untuk tangani ini lewat anggaran 2020," jelas dia.
 
Bukan hanya Labuan Bajo, pemerintah memfokuskan penanganan sampah laut di lima kawasan wisata prioritas. Apalagi, saat ini Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara yang sampah plastiknya bermuara ke laut.
 
"Langkahnya tadi tiap menteri punya tugas masing-masing saling back up. Harus dimulai dari paling kecil, berapa sungai dan alat penanggulangan sampah di sungai. Contohnya alat-alat itu sudah ada di Pantai Indah Kapuk kenapa enggak direplikasikan dan diperbanyak," pungkasnya.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif