"Australia punya kebijakan lingkungan menurunkan produksi semennya, tapi konsumsinya enggak turun. Ini menjadi pasar potensial," kata Direktur Utama SMGR Suparni di Gedung BEI, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2015).
Perseroan juga tengah mengincar negara-negara di regional Asia, seperti Myanmar dan Bangladesh. Kedua negara tersebut dibidik karena adanya kenaikan permintaan semen sementara itu tingkat produksinya masih rendah.
"Dari regional market Myanmar tumbuh, kapasitasnya tumbuh enam juta produksi hanya satu juta. Bangladesh enggak punya pabrik. 1, 85 persen semen Bangladesh dari impor," jelas dia.
Untuk memenuhi permintaan ekspor, saat perusahaan plat merah tersebut juga sedang mempercepat pembangunan pabrik baru yaitu Indarung VI di Sumatera Barat dan Rembang Jawa Tengah yang diproyeksikan rampung pada kuartal III-2016.
Dengan tambahan dua pabrik tersebut, Suparni menjelaskan jika Semen Indonesia akan mendapat tambahan kapasitas 6 juta ton. Sebab masing-masing pabrik memiliki kapasitas produksi mencapai tiga juta ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News