(Foto:dok.BCA)
(Foto:dok.BCA)

Perpaduan Konvensional dan Digital Diterapkan BCA untuk Layani Nasabah

Anggi Tondi Martaon • 23 Juni 2016 00:00
medcom.id, Jakarta: Dunia perbankan saat ini menyesuaikan dengan kemajuan tekhnologi. Hal itu tentunya untuk memberikan kemudahan kepada nasabah.
 
Kepala Divisi Pengembangan Dana dan Jasa BCA‎ Ina Suwandi mengatakan, pihaknya selalu melakukan inovasi dengan kemajuan teknologi. Menurutnya‎, semua itu sudah dimulai semenjak tahun1987‎, dimana seluruh inovasi yang diberikan selalu didasari pada kebutuhan nasabah.
 
‎"Digital bank, sebetulnya kita sudah mulai dari 87 sampai sekarang, kita setiap tahun selalu berinovasi. Dan inovasi yang kita itu selalu kita sesuai kan dengan kebutuhan nasabah," kata Ina‎ saat menjadi pembicara dalam diskusi Manuver Dalam Menembus Generasi Digital di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Ina menceritakan, inovasi pertama yang dilakukan oleh BCA dan berkaitan dengan teknologi yaitu penggunaan mesin Auto Teller Mechine (ATM). Bahkan, bank swasta terbesar di Indonesia itu memperoleh prediket sebagai bank yang memiliki banyak mesin ATM.
 
Tak cukup sampai disitu, BCA pun kembali mengeluarkan ide terbarunya untuk melayani segala mavam kebutuhan nasabah. Pada tahun 2000 dan 2001, BCA secara berurutan mengeluarkan Mobile Banking dan Internet Banking.
 
"Tahun 2000, kita punya mobile benking hingga saat ini kita punya sakuku sebagai bentuk e money," ungkap dia.
 
Ina menjelaskan, apa yang dilakukan BCA hingga saat ini adalah keinginan untuk selalu berkembang dan menjadi terdepan dalam ‎melayani nasabah. Sehingga, dibutuhkan berbagai layanan yang tentunya disesuaikan dengan gaya hidup nasabah saat ini.
 
"Memang dengan perkembangan jaman, kita tidak bisa hanya bergerak pada ATM saja, tapi kita dituntut untuk bergerak dan memberikan solusi lebih baik," terang dia.
 
Ina melanjutkan, "Output yang penting bagi kami adalah bagaimana kita bisa memberikan solusi lebih baik buat nasabah," tambah dia.
 
Namun, BCA tetap mempertahankan gaya konvensional. BCA tetap membuka cabang-cabang disetiap wilayah. Hal itu bertujuan untuk mempertahankan  komunikasi personal dengan nasabah.
 
BCA, sebut Ina, tidak ingin kehilangan personal relationshipnya dengan nasabah. Karena, pihaknya yakin bahwa kedekatan personal antara BCA dan nasabah bisa dicapai hanya melalui tatap muka, bukan dengan digital.
 
"Dengan pertimbangkan itu kami tetap mempertahankan pembukaan cabang masih ada," ucap Ina.
 
"Bahkan terbukti, kami membuka satu cabang, dana yang terkumpul juga cukup banyak. Jadi sebenarnya peran cabang cukup penting. Jadi saling melengkapi," kata Ina.
 
Oleh karena itu, Ina menegaskan bahwa pihaknya selalu memadukan gaya konvensional dengan digital untuk melayani kebutuhan 12.5 juta nasabah BCA. Dirinya berkeyakinan bahwa ‎salah satu aspek saja tidak bisa untuk memenuhi target yang dicapai yaitu kepuasan nasabah.
 
"Kita tidak bisa juga hanya punya cabang tok, tapi juga tidak meninggalkan cabang dan hanya fokus digital," ujar dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan