Sekeretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan (dua dari kiri) - - Foto: Medcom.id/ Eko Nordiansyah
Sekeretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan (dua dari kiri) - - Foto: Medcom.id/ Eko Nordiansyah

Pemerintah Masih Buka Impor Ikan dan Bawang Putih dari Tiongkok

Ekonomi Virus Korona kementerian perdagangan Impor Bawang Putih
Eko Nordiansyah • 13 Februari 2020 14:49
Jakarta: Pemerintah masih memperbolehkan impor sejumlah komoditas dari Tiongkok. Impor tersebut berlaku di luar binatang hidup sebagai langkah antisipasi penyebaran virus korona.
 
Sekeretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan impor bawang putih dan ikan asal Tiongkok masih diperbolehkan. Sementara itu, larangan impor barang hidup didasarkan pada hasil scientific evidence dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
"Intinya ada larangan sementara impor binatang hidup dari Tiongkok dihentikan. Binatang hidup tidak termasuk produk ikan karena tidak dikategorikan sebagai carrier (pembawa virus korona)," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Impor bawang putih dari Negara Tirai Bambu tersebut tetap dibuka lantaran stok bawang putih di dalam negeri semakin menipis. Hal ini mengakibatkan harga bawang putih melambung dalam beberapa waktu terakhir. Stok bawang putih disebut hanya cukup hingga akhir Maret.
 
"Bawang putih tidak ada hubungannya, jadi hanya itu. Sementara, scientific evidence adalah untuk binatang hidup, (komoditas) lain-lain tidak ada pengaturan lebih lanjut," jelas dia.
 
Kebijakan larangan impor hewan hidup dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Larangan Impor Sementara Binatang Hidup dari RRT. Aturan ini hanya khusus binatang hidup dan bukan produk barang lainnya.
 
Adapun jenis binatang yang dilarang importasinya terdiri dari 53 pos tarif barang, antara lain kuda, keledai, bagal, dan hinnie hidup; binatang hidup jenis lembu; babi hidup; biri-biri dan kambing hidup; unggas hidup, yaitu ayam dari spesies gallus domesticus, bebek, angsa, kalkun dan ayam guinea; serta binatang hidup lainnya yang menyusui.
 
Selain itu, larangan impor juga termasuk pada binatang hidup yang ada pada komedi putar, ayunan, galeri tembak dan permainan taman hiburan lainnya; dan binatang hidup pada sirkus keliling dan travelling menagerie; serta teater keliling.
 
Mendag menegaskan importir wajib mengekspor kembali ke negara asal atau memusnahkan binatang hidup yang dilarang tersebut yang tiba di pelabuhan Indonesia saat Permendag ini berlaku.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif