Foto Alur Distribusi Cabai. MTVN / Suci Sedya Utami.
Foto Alur Distribusi Cabai. MTVN / Suci Sedya Utami.

Pola Distribusi Perdagangan Pengaruhi Kenaikan Harga Cabai Merah

Suci Sedya Utami • 01 Februari 2016 14:10
medcom.id, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pola distribusi perdagangan pada komoditas cabai merah menjadi penyebab bagi kenaikan harga komoditas tersebut di pasar. 
 
Kepala BPS Suryamin mengatakan distribusi perdagangan dari produsen sampai ke konsumen akhir melibatkan dua hingga sembilan fungsi kelembagaan usaha perdagangan. Panjangnya rantai perdagangan ini, menurut Suryamin, yang membuat harga barang tersebut mahal ketika sampai pada konsumen akhir.
 
"Rantai perdagangan ini yang menyebabkan harga berbeda, yang terpanjang untuk cabai merah," kata Suryamin dalam konferensi pers bulanan terkait inflasi, Senin (1/2/2016).

Setidaknya, distribusi cabai merah dimulai dari produsen atau petani yang biasanya dikumpulkan ke pedagang pengepul-distributor-subdistributor-agen-subagen atau pedagang besar- pengecer atau supermarket. Kemudian selanjutnya ke konsumen akhir seperti industri pengolahan, kegiatan usaha, rumah tangga. 
 

"Makin panjang rantai perdagangan makin merugikan konsumen akhir karena harganya makin mahal," ujar dia.
 
Suryamin menambahkan pihaknya akan melaporkan ini pada Pemerintah bahwa ada distribusi yang panjang yang menyebabkan harga naik selama ini, sehingga berpengaruh pada lemahnya daya beli serta inflasi yang tinggi.
 
"Memberi masukan kepada pemerintah untuk menekan harga, karena ini berpengaruh terhadap inflasi juga daya Beli. Kita mau imbau enggak usah banyak-banyak ambil untung," pungkasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan