Direktur Utama BTN Maryono (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Direktur Utama BTN Maryono (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Bankir Sambut Baik Rencana BI Gunakan Acuan Bunga Repo

Eko Nordiansyah • 13 April 2016 15:56
medcom.id, Jakarta: Sejumlah bankir menyambut baik rencana Bank Indonesia (BI) yang akan mengeluarkan instrumen kebijakan moneter baru. Instrumen baru yang dikabarkan akan menggunakan acuan bunga Reverse Repurchase Agreement (Repo) ini dinilai akan berdampak positif bagi industri perbankan.
 
"Kalau sudah diluncurkan itu akan memberikan dampak yang positif karena kita tidak hanya mengacu pada BI rate tapi juga mengacu pada Repo deposito mingguan yang bunganya lebih rendah. Sehingga ini bisa mendorong bank menurunkan suku bunga," kata Direktur Utama BTN Maryono, ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2016).
 
Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo juga menyambut baik jika BI benar-benar menerbitkan instrumen baru bagi kebijakan moneter. Hal ini akan membuat likuiditas semakin longgar karena disparitas di Pasar Uang Antara Bank (PUAB) dengan deposito semakin sempit.

"Yang penting deposito turun, kan deposito hubungannya sama likuiditas interbank kita dan lending facility BI dengan deposito makin sesuai arahnya ke suku bunga rendah. Selama ini ada disparitas, PUAB bisa empat sampai lima persen tapi deposito tujuh persen," jelas dia.
 
Lebih lanjut, Tiko menyebut, jika dengan instrumen baru maka akan mendorong likuiditas di deposito untuk masuk ke lending facility BI dan PUAB. Selain itu, jika bank membutuhkan likuiditas maka deposito special rate dan lending facility BI rate tidak memiliki ruang yang terlalu lebar.
 
"Makanya memang pendalaman di PUAB ini sama lending facility, supaya mengalihkan deposito masuk ke lending facility BI sama PUAB. Enggak bisa sama, tapi gap-nya diarahkan turun. Sekarang disparitas 200 basis poin lebih, ada inefisiensi. Sehingga nanti bank kalau butuh likuiditas ke deposito special rate dan ke lending facility BI rate-nya enggak jauh," pungkas Tiko.
 
Sebelumnya, BI berencana akan mengumumkan instrumen kebijakan moneter baru pada Jumat ini. Meskipun belum diketahui secara pasti mengenai kebijakan moneter itu, sebab BI masih melakukan kajian dan pembahasan secara mendalam sekarang ini.
 
Reverse Repo merupakan transaksi penjualan Surat Utang Negara (SUN) dari BI kepada perbankan dengan syarat akan dibeli lagi oleh BI pada jangka waktu tertentu. Tingkat bunga acuan Repo saat ini berada di 5,5 persen, sedangkan BI rate berada di 6,75 persen.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan