Ilustrasi MRT. Foto: MI/Pius
Ilustrasi MRT. Foto: MI/Pius

JICA Ingin Pembangunan MRT Jalur Timur-Barat Dipercepat

Ekonomi Proyek MRT
Marcheilla Ariesta • 24 Januari 2020 20:23
Jakarta: Kepala Perwakilan Kantor Indonesia Japan International Cooperation Agency (JICA) Shinichi Yamanaka berharap realisasi pembangunan mass rapid transit (MRT) jalur Timur-Barat bisa dipercepat.
 
Shinichi menuturkan, pihaknya siap memulai proyek MRT yang rencananya menghubungkan antara Kalideres, Jakarta Barat, sampai Ujung Menteng, Jakarta Timur. Adapun total jarak tersebut sejauh 31,7 kilometer.
 
"Sekarang baru mulai riset untuk menyusun desain dasar. Kami sebenarnya siap saja tapi kami menunggu tanda boleh start dari Kementerian Perhubungan," kata Shinichi saat ditemui dalam konferensi pers yang digelar Jakarta Japan Club (JJC) di Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Shinichi menjelaskan jalur MRT Timur-Barat akan terkoneksi di daerah Sarinah sebagai titik pertemuan dengan jalur MRT Utara-Selatan. "Saat ini kami sedang mempersiapkan perpanjangan jalur dari Bundaran HI ke Monas, lalu ke utara lagi kurang lebih delapan kilometer," ujar Shinichi.
 
Indonesia dan Jepang secara prinsip, menurut dia, sudah meyepakati pembangunan MRT Timur-Barat. Namun, dia bilang, masih ada yang harus dimatangkan.
 
"Bukan ada masalah yang membuat tersendat tapi lebih kepada administratif saja," katanya.
 
Shinichi mengatakan MRT menjadi moda transportasi publik yang paling sesuai, baik dari sisi kecepatan maupun volume, untuk menjawab kebutuhan populasi Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) yang besar.
 
Dia juga menyebutkan salah satu kendala yang dihadapi dalam membangun moda transportasi massal di Jakarta adalah kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
 
“Contohnya, untuk merencanakan transportasi publik, pola pikir yang dipegang kedua pihak berbeda terutama antar Pemprov (DKI Jakarta) dan Kementerian Perhubungan. Yang penting, satukan dulu persepsinya untuk menyusun suatu rencana besar, agak kurang komunikasinya” kata Shinichi.
 
Selain pembangunan MRT, JICA juga sedang menggarap pembangunan Pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini dinilai sebagai solusi kondisi Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah jenuh. Ditargetkan, sebagian terminal mobil di Pelabuhan Patimban bisa diluncurkan 2020.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif