Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga saat memperkenalkan QuicK Response Indonesian Standard (QRIS) di Mall Jayapura. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga saat memperkenalkan QuicK Response Indonesian Standard (QRIS) di Mall Jayapura. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

BI Papua Lakukan Pengawasan lmplementasi QRIS

Ekonomi bank indonesia transaksi non tunai
Roylinus Ratumakin • 09 Januari 2020 14:49
Jayapura: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga mengatakan implementasi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di Papua terus diperluas.
 
"Kami mencoba langsung bertransaksi menggunakan QR Code di beberapa merchant yang terdapat di Mall Jayapura. Rencananya, di Mall Jayapura penggunaan CRIS akan diwajibkan, jadi akan jadi daerah percontohan," kata Naek saat melakukan monitoring implementasi bersama perbankan di Papua di Mall Jayapura, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Kata Naek, sistem pembayaran di berbagai wilayah sudah semakin praktis dan semarak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahkan tuna wisma di Tiongkok tidak terima uang tunai lagi, tetapi ketika kita mau sumbang, dia akan gunakan CR codenya," ujarnya.
 
Hal yang sama juga sudah diterapkan di rumah ibadah di Jawa Timur melalui upaya Bank Indonesia di wilayah tersebut. "Jadi kalau mau donasi juga sudah menggunakan CR Code," katanya.
 
Penggunaan QRIS kata Naek, merupakan standar QR code pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk digunakan dalam memfasilitasi pembayaran di Indonesia.
 
QRIS juga dapat menjadi kanal pembayaran bagi konsumen yang menggunakan apikasi uang elektronik server based, dompet elektronik (e-wallet), atau mobile banking yang memilih fitur pembayaran menggunakan QR Code.
 
"Launching QRIS sudah dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada 17 Agustus 2019 lalu. Untuk itu kita berikan tenggang waktu hingga 1 Januari 2020 agar penggunaannya massal," ujarnya.
 
Sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (ADG) Bank Indonesia Nomor 21/18/PADG/2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code Untuk Pembayaran, seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) harus menyesuaikan QR Code Pembayaran sesuai dengan QRIS paling lambat 31 Desember 2019.
 
Sehingga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua merasa perlu melakukan monitoring apakah implementasi QRIS sudah berjalan dengan baik di Provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura.
 
Perbedaan antara QRIS dengan QR Code Pembayaran yang sebelumnya digunakan yaitu seluruh transaksi pembayaran dapat difasilitasi hanya dengan satu QR Code pembayaran yang sama, yaitu QRIS, sekalipun instrumen pembayaran yang digunakan berbeda-beda.
 
"Sebelumnya masing-masing Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) seperti LinkAja, GOPAY, OV0, DANA, ShopeePay, dan lainnya memiliki masing-masing QR Code, saat ini setiap transaksi oleh PJSP tersebut dapat dilayani hanya dengan satu QR Code yaitu QRIS," jelasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif