Ilustrasi tol Trans Jawa. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi tol Trans Jawa. (FOTO: MI/Ramdani)

Tol Trans-Jawa Picu Lonjakan Arus Mudik di Jalur Darat

Ekonomi transportasi Tol Trans-Jawa Mudik Lebaran 2019
Desi Angriani • 29 Mei 2019 16:27
Jakarta: Kehadiran tol Trans-Jawa sepanjang 1.200 kilometer (km) dari Merak, Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur dipercaya menjadi pemicu lonjakan arus mudik di jalur darat tahun ini. Prediksi kenaikan 30 persen itu ditengarai akibat beralihnya penggunaan pesawat menjadi kendaraan pribadi atau bus.
 
Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan Trans Jawa menjadi jawaban dari mahalnya biaya angkutan udara saat musim mudik Lebaran tahun ini.
 
"Dampak dari hadirnya Trans Jawa juga, ada pemantiknya itu, ingin menjajal itu," ujarnya saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya pemudik ingin merasakan pengalaman menggunakan Trans Jawa yang beroperasi penuh pada tahun ini. Keinginan tersebut juga disertai budaya berwisata menggunakan kendaraan pribadi di kampung halaman.
 
"Hitung-hitung bawa sendiri termausk wisata, daerah kan identik dengan wisata," imbuh dia.
 
Djoko menambahkan penggunaan kendaran pribadi atau bus masih paling efektif untuk menekan biaya transportasi selama musim mudik. Apalagi jalur darat telah didukung oleh hadirnya akses infrastruktur jalan yang memadai baik di Jawa dan Sumatera.
 
"Termasuk di luar Jawa, Sumatera pun efektif lewat darat. Saya sudah coba, kapal penyeberangan itu kapalnya besar-besar, nyeberang paling lama dua jam. Tolnya juga sudah nyambung sampai Palembang, tahun depan sampai Bengkulu dan Jambi. Lima tahun lagi sampai ke Aceh. Ya itu Jawa dan Sumatera akan lebih murah via darat," ungkap dia.
 
Adapun biaya transportasi menggunakan kendaraan pribadi atau golongan satu dari Jakarta-Surabaya membutuhkan biaya Rp974 ribu. Angka tersebut dihitung dari jumlah tarif tol Trans Jawa ditambah konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.
 
Total biaya ruas tol Jakarta-Cikampek sampai ruas tol Mojokerto-Surabaya mencapai Rp474 ribu. Di antaranya tarif tol termurah berada di ruas tol Semarang (Jatingaleh-Krapyak dan Jatingaleh-Srondol) dengan tarif Rp5.500. Sedangkan tarif termahal yakni ruas tol Cikopo-Palimanan dengan biaya Rp102 ribu. Sementara konsumsi BBM jenis pertalite diperkirakan menghabiskan Rp500 ribu.
 
Jika menggunakan kendaraan pribadi jenis Avanza dengan kapasitas enam orang maka per orangnya hanya akan dikenai biaya Rp162 ribu. Dengan begitu, penggunaan kendaraan pribadi menjadi alternatif paling murah dan efektif bagi pemudik.
 
Perkiraan biaya tersebut dibenarkan oleh Deny, 28. Karyawan yang bekerja di kawasan Kebon Jeruk ini sudah terbiasa mudik menggunakan kendaraan pribadi. Bersama keluarganya, Deny mudik dari Jakarta menuju Yogyakarta dengan biaya Rp750 ribu, sudah termasuk tarif tol Trans Jawa dan bensin jenis pertalite.
 
Menurutnya, biaya yang dikeluarkan menjadi jauh lebih murah karena dalam satu mobil ia bisa membawa tujuh orang sekaligus. Sejak adanya Trans Jawa waktu tempuh Jakarta-Yogyakarta berkurang menjadi sembilan jam perjalanan dari sebelumnya 15-16 jam.
 
"Kalau Jateng masih enak naik mobil, biaya tol sekitar Rp500 ribu untuk berangkat, kalau bensin sekitar Rp700 ribu PP. Jadi lebih murah apalagi bisa ngangkut lebih banyak," ungkap Deny saat dihubungi Medcom.id.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif